Yamaha

Siswa SD di Indramayu Ini Terpaksa Belajar Melantai

  Kamis, 05 Desember 2019   Erika Lia
Sejumlah siswa kelas 2 SDN Jatimunggul, Kabupaten Indramayu, belajar melantai akibat keterbatasan mebel. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBOM.COM -- Kekurangan mebel atau perabotan memaksa kegiatan belajar mengajar puluhan siswa kelas 2 SDN Jatimunggul 1 di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Cirebon, harus melantai.

Sedikitnya 28 siswa mengerjakan soal ujian semester 1 Tema Empat tanpa alas, Kamis (5/12/2019). Sebagian di antara mereka terpaksa tengkurap hingga menyebabkan punggung, leher, maupun tangan mereka pegal.

"Capek (belajar di lantai), leher sama punggung sakit. Perut juga," ungkap seorang siswa, Alfian Saputra.

Dia dan siswa lain pun mengharap bisa belajar normal dengan duduk di atas kursi dan menghadap meja.

Salah satu guru, Rohendi mengungkapkan, para siswa terpaksa melantai karena tak ada cukup meja dan kursi untuk duduk saat belajar.

"Setiap hari siswa rebutan meja dan kursi. Kalau yang tidak dapat, ya terpaksa duduk di lantai," katanya.

Dari jumlah 28 siswa, jumlah kursi yang tersedia 20 unit. Itu pun beberapa di antaranya sudah tak lagi utuh dan layak, mengingat ada yang tanpa senderan punggung dan reyot.

Tak ubahnya kursi, kondisi meja pun berkondisi serupa. Bukan saja jumlahnya yang terbatas, ketahanan meja pun mengkhawatirkan untuk digunakan alias reyot.

Siswa yang beroleh meja pun harus membaginya dengan dua teman lain sehingga terpaksa berdesakan.

Rohendi menyebut, siswa yang duduk pada kursi dan meja terpaksa bergantian ketika siswa yang duduk di lantai telah merasa pegal dan lelah.

Sebagai pendidik, Rohendi mengaku prihatin dan menyebut kondisi itu menyedihkan. Terlebih, hal serupa dialami pula siswa di kelas lain.

"Tahun lalu, siswa kelas 6 semuanya duduk di lantai. Itu berlangsung selama dua tahun ke belakang," ujarnya.

Para siswa kelas 6 selanjutnya merasakan nikmatnya belajar dengan mebeler lengkap normal ketika Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu menyerahkan bantuan menjelang tahun ajaran baru 2019/2020. Sayangnya, nasib serupa belum dialami siswa kelas lain.

Dia sendiri kemudian mencoba membantu menyumbang kursi secara swadaya. Dari kepedulian orang tua siswa, terkumpullah 35 kursi plastik.

Ke-35 kursi plastik itu lalu disebar ke sejumlah ruang kelas yang kekurangan kursi. Namun, jumlah itu tetap tak mencukupi bagi seluruh kelas yang membutuhkannya.

"Kelas dua ini cuma kebagian satu kursi plastik. Itu pun untuk guru," cetusnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Ali Hasan berjanji secepatnya menangani problem itu.

"Itu (SDN Jatimunggul) jadi prioritas untuk pengadaan meja kursi," janjinya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar