Yamaha

Rugikan Pedagang Tradisional, Toko Modern di Indramayu Disegel

  Selasa, 10 Desember 2019   Erika Lia
Toko Cipto Gudang Rabat disegel otoritas Kabupaten Indramayu setelah dinilai merugikan pedagang tradisional di Pasar Baru Indramayu dan melanggar aturan. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Dinilai telah merugikan pedagang tradisional di Pasar Baru, Kabupaten Indramayu, aktivitas jual beli di Toko Cipto Gudang Rabat di Jalan Tanjungpura dihentikan otoritas setempat, Selasa (10/12/2019).

Aktivitas di toko modern tersebut pun dipandang telah melanggar aturan. Penghentian aktivitas dilakukan setelah penyegelan oleh Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, dengan menempelkan sejumlah kertas bertulisan 'Tempat Usaha/Lokasi Ini Ditutup/Disegel' di depan pintu masuk toko modern itu.

Toko Cipto Gudang Rabat dinilai telah melanggar Pasal 13 ayat 1 dan 2 Perda Kabupaten Indramayu Nomor 4 Tahun 2014 tentang perubahan atas Perda Kabupaten Indramayu Nomor 7 Tahun 2011 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan serta Pengendalian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Sekretaris Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Hamami Abdul Ghani meyakinkan, penyegelan dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Indramayu maupun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Indramayu.

"Dengan penyegelan ini, Toko Cipto Gudang Rabat hanya boleh melakukan aktivitasnya sebagai gudang penyimpanan barang. Sedangkan aktivitas jual beli, tak diperbolehkan," bebernya.

Penyegelan Toko Cipto Gudang Rabat disaksikan ratusan pedagang Pasar Baru Indramayu. Tepuk tangan dan sorak sorai mengiringi proses penyegelan.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru Indramayu, Adang mengungkapkan, Toko Cipto Gudang Rabat yang beroperasi sejak 2016 telah membuat para pedagang di Pasar Baru Indramayu merugi.

"Bahkan, banyak yang gulung tikar, terutama pedagang sembako," katanya.

Dia menyebutkan, sedikitnya 30% dari 500 kios di Pasar Baru kini tutup. Kondisi itu dinilainya akibat aktivitas jual beli yang dilakukan Toko Cipto Gudang Rabat.

Sementara, pedagang yang masih bertahan mengalami penurunan omzet. Menurutnya, sebelum toko itu berdiri, omzet jualan kios sembakonya bisa mencapai Rp30 juta-Rp40 juta per hari.

Namun, setelah toko modern itu beroperasi di sebelah Pasar Baru, omzetnya tak lebih dari Rp5 juta per hari. Para konsumen yang semula berbelanja ke Pasar Baru Indramayu, sebagian besar beralih ke Toko Cipto Gudang Rabat.

Padahal, imbuhnya, toko itu semestinya hanya berfungsi sebagai gudang distributor. Namun, toko modern tersebut melayani pula aktivitas jual beli eceran.

Sementara itu, salah seorang perwakilan karyawan Toko Cipto Gudang Rabat, Aan Subhanur, menyayangkan penyegelan yang terkesan mendadak itu. Toko tempatnya bekerja tersebut tengah menempuh jalur hukum terhadap masalah ini ke Pengadilan Tata Usaha Negeri Bandung.

"Kami sedang proses hukum dan belum inkrah, tapi sekarang sudah ditutup," ujarnya.

Penyegelan tersebut, sambungnya, akan mengancam 130 karyawan yang selama ini bekerja di Toko Cipto Gudang Rabat kehilangan pekerjaannya.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar