Yamaha

Dua Stasiun KA di Cirebon Diawasi Unit Anjing Pelacak

  Kamis, 19 Desember 2019   Erika Lia
Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. KAI, John Robertho mengecek kesiapan petugas PT KAI Daop 3 Cirebon untuk angkutan Nataru, Kamis (19/12/2019). (Ist)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Unit anjing pelacak (K9) disiagakan di dua stasiun di Cirebon selama angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020.

Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. KAI John Robertho meyakinkan, segala kemungkinan yang akan terjadi selama masa angkutan Nataru akan diantisipasi.

"Kami antisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Kami kerja sama dengan TNI Polri," katanya seusai apel gelar pasukan di Stasiun Cirebon Kejaksan, Kamis (19/12/2019).

Sedikitnya 11.000 petugas keamanan, termasuk TNI dan Polri, disiagakan. Khusus TNI Polri disiagakan 950 personel untuk membantu keamanan angkutan KAI se-Indonesia.

Untuk di Cirebon, imbuhnya, disiagakan 96 personel TNI-Polri. Dari jumlah itu, termasuk pula Unit K9 dari Polda Jabar turut diterjunkan.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Luqman Arif menerangkan, Unit K9 akan disiagakan di dua stasiun di Kota Cirebon, masing-masing Stasiun Cirebon Kejaksan dan Stasiun Cirebon Prujakan.

"Dia (Unit K9) mobile (bergerak) di dua stasiun tersebut," ujarnya kepada Ayocirebon.com.

Unit K9 selama ini rutin disiagakan di Daop 3 Cirebon pada momen-momen besar, termasuk kala arus mudik dan balik Idul Fitri.

Pihaknya meyakini, Unit K9 efektif menangkal kemungkinan terburuk, di antaranya ancaman bahan peledak, peredaran maupun penggunaan narkotika, dan lainnya.

"Kan K9 dilatih khusus untuk mengatasi hal kayak gitu (ancaman-ancaman di atas)," cetusnya.

Unit K9 dalam hal ini merupakan upaya preventif yang diambil pihaknya. Selebihnya, dia berharap tiada hal buruk selama masa angkutan Nataru kali ini.

Diketahui, angkutan Nataru bertepatan dengan datangnya musim hujan. Selain menyiagakan personel, yang bekerja sama dengan TNI-Polri, PT KAI pun menyiapkan petugas ekstra dari sisi keselamatan.

Petugas yang ditambahkan termasuk di antaranya penjaga pintu perlintasan. Sedikitnya 500 petugas tambahan dikerahkan untuk angkutan Nataru ini.

Masa angkutan Nataru kali ini ditetapkan selama 18 hari, mulai 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

Luqman menyebut, volume penumpang kereta api dengan keberangkatan di Daop 3 Cirebon pada angkutan Nataru ini diprediksi naik 5%.

"Diperkirakan naik dari 131.364 penumpang pada angkutan Nataru 2018/2019 menjadi 137.728 penumpang pada Nataru 2019/2020," tandasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar