Yamaha

Pendakian di Ciremai Kembali Dibuka

  Sabtu, 28 Desember 2019   Erika Lia
Gunung Ciremai
KUNINGAN, AYOCIREBON.COM- Pasca lebih dari empat bulan ditutup akibat kebakaran, Gunung Ciremai kembali dibuka untuk pendakian. Kali ini, diberlakukan prosedur tetap (protap) pendakian, salah satunya kuota pendaki.
 
Pendakian Gunung Ciremai telah ditutup sejak 17 Agustus 2019 setelah kebakaran di puncaknya. Otoritas setempat kemudian memutuskan pembukaan kembali jalur pendakian mulai Senin (30/12/2019).
 
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuswandono mengatakan, dari empat jalur pendakian, hanya tiga yang akan dibuka. Ketiga jalur itu masing-masing Palutungan, Linggasana, dan Apuy.
 
"Untuk Jalur Linggajati masih ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut," ujarnya kepada Ayocirebon.com, Sabtu (28/12/2019).
 
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mulai akhir tahun ini diberlakukan Protap Pendakian Gunung Ciremai. Protap yang mengadopsi Standar Nasional Indonesia (SNI) Pengelolaan Pendakian Gunung itu lahir sejak November 2019, dan baru dilaksanakan pada pembukaan pendakian Senin nanti.
 
Berdasarkan protap tersebut, diberlakukan mekanisme booking online bagi para pendaki. Selain itu, diterapkan kuota untuk masing-masing jalur pendakian.
 
Kuota untuk jalur Linggasana ditetapkan 218 pendaki/hari, Palutungan 497 pendaki/hari, dan Apuy 455 pendaki/hari. Sementara, kuota untuk jalur Linggajati yang masih ditutup ditetapkan 230 pendaki/hari.
 
Dia menegaskan, sejumlah hal menjadi keutamaan yang membuat pihaknya memberlakukan protap.
 
"Kami utamakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan selama pendakian," beber Kuswandono.
 
Selain mekanisme booking online dan penetapan kuota di masing-masing jalur pendakian, dalam protap berlaku pula prosedur layanan di Base Camp. Layanan itu diwajibkan bagi para pendaki, di antaranya safety talk, cek barang, keterangan sehat, maupun petunjuk arah sepanjang jalur pendakian yang dimulai dari Base Camp sampai puncak Gunung Ciremai.
 
Dia meyakinkan, pemberlakuan protap pendakian mulai tahun ini sebagai progres peningkatan dan pengembangan pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai. Acuannya, tak lain adanya SNI Pengelolaan Pendakian Gunung.
 
Dia tak menampik diperlukan upaya peningkatan pengelolaan terhadap aktivitas pendakian. Selain mengantisipasi resiko kebakaran di Gunung Ciremai, pemberlakukan protap juga dimaksudkan meminimalisir resiko pendaki dan mengupayakan aktivitas pendakian yang aman, selamat, tertib, dan nyaman.
 
Pembukaan jalur pendakian pada akhir tahun sendiri, dipastikannya tak berkaitan dengan tingginya animo masyarakat untuk mendaki Gunung Ciremai.
 
"Tidak ada kaitan dengan animo, bisa dilihat dari beberapa hal seperti dalam surat pengumuman," cetusnya.
 
Dalam surat pengumuman yang dikeluarkan BTNGC sendiri, keputusan pembukaan kembali jalur pendakian didasarkan pada kondisi yang berkembang saat ini. Selain kebakaran sudah tidak terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, hujan pun kini telah turun.
 
Keputusan pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Ciremai, diambil setelah rapat bersama instansi terkait lain di wilayah Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.
 
Sebelum diputuskan jalur pendakian kembali dibuka, pihaknya bersama otoritas terkait lain telah melakukan monitoring dan mengecek jalur pendakian secara rutin.
 
Pengecekan itu guna melihat kelayakan jalur sekaligus membenahi fasilitas, untuk meminimalisir resiko dan perkembangan pemulihan vegetasi di puncak gunung pasca kebakaran.
 
"Pengecekan dan monitoring kelayakan jalur dilakukan mulai dari Base Camp. Selain itu, dilakukan juga pembenahan jalur, transit camp, dan transit shelter," tandasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar