Yamaha

Diduga Pillbox dari Zaman Jepang, Temuan di Indramayu Diproyeksikan Jadi Objek Wisata

  Jumat, 03 Januari 2020   Erika Lia
Bangunan diduga pillbox ditemukan di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. (Ist)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Tiga bangunan yang menyerupai pos jaga (pillbox) ditemukan di sekitar pantai Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Dari ketiga bangunan, satu di antaranya yang berlokasi di Blok Kongsi Lawas atau Baro Buntung, ditemukan masih utuh berdiri di sisi pantai.

Konstruksi bangunan terbuat dari beton, yang dilengkapi dua celah kecil dan sebuah pintu.

Kepala Desa Dadap, Asrikin mengungkapkan, temuan bangunan yang menyerupai pillbox itu berawal dari informasi warga sekitar.

"Awalnya diperoleh informasi di Dadap banyak sekali tinggalan masa penjajahan Jepang," katanya, Jumat (3/1/2020).

Dia bersama warga kemudian mencari di sekitar lokasi yang kini menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Mereka kemudian menemukan ketiga unit pillbox tersebut.

Bukan hanya pillbox, mereka juga menemukan parit di tengah laut dan bekas bangunan mercusuar.

Pihaknya menduga, pillbox serta parit itu memiliki hubungan. Diperkirakan, temuan itu merupakan peninggalan di masa pendudukan militer Jepang.

"Kami komunikasikan temuan ini dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata," ujarnya.

Pihaknya berharap, bila memungkinkan, temuan itu akan dijadikan objek wisata budaya.

Ketua TACB Indramayu, Dedy Musashi mengaku, sudah menerima informasi ihwal temuan di Dadap. Pihaknya pun telah melaporkannya ke Balai Arkeologi Bandung dan Balai pelestarian Cagar Budaya Banten.

Menurutnya, temuan pillbox dapat menjelaskan kekunaan Dadap yang identik sebagai kawasan pelabuhan pada masa lalu.

"Temuan ini menarik karena dapat mengungkap kekunaan Dadap yang konon dikenal sebagai salah satu pelabuhan tua di pesisir Jawa," tuturnya.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten indramayu, Suparto Agustinus berjanji akan memasukkan temuan itu ke dalam objek Diduga Cagar budaya (ODCB).

"Selain di Dadap, temuan serup juga ditemukan di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu," ungkapnya.

Hanya, temuan di Karangsong telah rata dengan tanah akibat pembangunan perluasan Pelabuhan Perikanan Karangsong.

Karena itu, pihaknya berterimakasih kepada masyarakat Dadap yang dinilai dapat menjaga tinggalan bernilai arkeologis itu.

Pihaknya bersama TACB Indramayu pun akan mengupayakan agar temuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata cagar budaya bagi masyarakat.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar