Yamaha

Bencana Intai 13 Kelurahan di Kota Cirebon

  Senin, 06 Januari 2020   Erika Lia
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana di Balai Kota Cirebon, Senin (6/1/2020). (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya 13 kelurahan se-Kota Cirebon rawan bencana di musim penghujan. Otoritas setempat mengklaim, risiko bencana tahun ini sudah terminimalisir melalui normalisasi sungai.

Ke-13 kelurahan itu diketahui rawan bencana yang umum terjadi saat musim hujan, seperti banjir, banjir rob, tanah longsor, maupun angin puting beliung.

Bencana-bencana itu mengintai di wilayah RW di 13 kelurahan. Banjir misalnya, mengancam enam kelurahan, masing-masing dua RW di Kalijaga, Pekiringan, Drajat, dan Pegambiran, tiga RW di Larangan, serta empat RW di Sukapura.

Banjir Rob mengintai empat kelurahan, masing-masing tiga RW di Kesenden, Kebonbaru, dan Kasepuhan, serta satu RW di Panjunan.

Tanah longsor rawan terjadi di tiga RW di Kelurahan Argasunya. Sementara, angin puting beliung rentan melanda dua kelurahan, masing-masing lima RW di Pegambiran maupun dua RW di Panjunan.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis membeberkan, Kota Cirebon pernah dilanda banjir berdampak besar pada 2018.

"Pada Februari dan Maret 2018 telah terjadi banjir dengan ketinggian air mencapai 100-150 cm yang melanda 39 RW di 11 kelurahan," katanya, Senin (6/1/2020).

Setidaknya 5.019 jiwa atau 1.325 KK terdampak. Azis menyebut, banjir tak lepas karena tingginya curah hujan di daerah hulu.

Sementara, sistem drainase tak berfungsi baik akibat pendangkalan, baik oleh sampah, lumpur, hingga tanaman liar.

"Dimensi saluran air tak mampu menampung air akibat bangunan juga berdiri di sekitarnya," ujarnya.

Pada 2019, lanjut Azis, sejumlah sungai besar di Kota Cirebon, seperti Cikalong dan Kedungpane, telah dinormalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung. Karenanya, dia menjamin risiko banjir kini relatif berkurang.

"Manfaat normalisasi itu terasa karena pada musim hujan 2019 tak terjadi banjir seperti pada 2018," cetusnya

Menurut Azis, bencana di Kota Cirebon tak berskala luas sebagaimana daerah lain. Banjir sendiri bersifat sementara dan dalam hitungan jam saja.

Meski begitu, tahun ini pihaknya tetap siaga dan waspada mengantisipasi berulangnya banjir serupa pada 2018.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar