Yamaha

Ridwan Kamil Pastikan Pemberangkatan Haji di BIJB Tidak Terhalangi Embarkasi

  Selasa, 14 Januari 2020   Republika.co.id
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Tahun ini, jamaah haji asal Jabar sudah dipastikan akan berangkat dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati-Majalengka. Namun, menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, pemerintah memutuskan walaupun pemberangkatan haji melalui BIJB namun embarkasinya masih di asrama haji Bekasi.

"Kan masih berproses (asrama haji Indramayu,red). Tapi pemberangkatan nggak terhalangi proses jadi embarkasinya masih di Bekasi pake bus dari Bekasi tahun ini," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan di Gedung Sate, Selasa (14/1/2020).

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari, embarkasi haji masih tetap di Bekasi tapi berangkatnya dari BIJB Kertajati. Berdasarkan hasil hitungan, perbedaan waktu tempuh dari Bekasi ke BIJB dan Bekasi ke Cengkareng Bandara Soekarno Hatta hanya 45 menit perjalanan saja.

"Ya lebih jauh ya relatif. Itu hitungan kalau dua-duanya lancar dari Bekasi ke Kertajati dan Bekasi ke Soekarno Hatta kalau dua-duanya tanpa macet itu bedanya 45 menit lebih cepet ke Sukarno Hatta kan jaraknya lebih pendek," paparnya.

Namun, kata dia, kalau dengan kemacetan di Jakarta bisa saja ke Soekarno Hatta menjadi lebih lama. Rencananya, jamaah haji asal Jabar 26 Juni akan mulai berangkat  dari Kertajati.

"Kemarin sudah ada simulasinya," katanya.

Hery menjelaskan, bersama Menteri Perhubungan, pihaknya sudah melakukan simulasi. Yakni, mulai dari simulasi di biometrik untuk melihat di Bekasi di asramanya seperti apa. Kemudian, menggunakan bus dengan dikawal perjalanan dari Bekasi ke BIJB.  

"Malah kemarin dikawal tidak cukup maksimal karena cuma satu yang mengawal. Kalau dikawal dua kendaraan maka bisa lebih cepat lagi. Kemungkinan selisih 20-30 menit dari pada ke Soekarno Hatta. Jadi ga ada bedanya," paparnya.

Saat ditanya apakah pergi dari embarkasi Bekasi berpengaruh pada biaya haji, Hery mengatakan, tak akan ada perubahan biaya. Karena, disubsidi oleh pemerintah dan tak ada pembebanan ke jamaah haji.

"Tugas kami,  Pemprov Jabar lebih kepada pematangan BIJB. Semua fasilitas disiapkan dengan harga yg mungkin lebih rendah dari pada Soekarno Hatta misalnya airport tax, dan sebagainya masih lebih rendah," katanya.

Kemudian, kata dia, avtur juga harganya tak sama sehingga maskapai tidak harus menaikkan harga. Maskapai haji yang digunakan biasanya untuk Jabar adalah Saudi Airlines Jabar dan  sudah diikat dari awal. Otoritas Saudi Arabia pun, sudah melakukan survey ke BIJB.

"Pokoknya, Jokowi sudah perintah tidak mau tidak 2020 harus dari Kertajati. Kan Jabar paling banyak jamaah tapi perjalanan jauh dan uang masuknya ke daerah lain," katanya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar