Yamaha

Dari Jembatan Ambruk Sampai Tanah Longsor, Waspada Dampak Musim Hujan

  Senin, 20 Januari 2020   Erika Lia
Jembatan Ciherang di Kabupaten Majalengka ambruk pascahujan deras. (Ist)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Sebuah jembatan yang menghubungkan dua desa di dua kecamatan berbeda di Kabupaten Majalengka ambruk setelah hujan deras turun.

Jembatan Ciherang di Desa Jayi, Kecamatan Sukahaji, diketahui menjadi akses bagi warga di Desa Jayi dan Desa Cisetu, Kecamatan Rajagaluh. Akibat ambruk pada Minggu (19/1/2020) pagi, jembatan itu pun hingga kini tak lagi bisa digunakan.

Hujan deras yang turun sejak Sabtu (18/1/2020) malam hingga dini hari, menurut warga, mendahului terjadi sebelum jembatan itu ambruk. Volume air sungai yang besar sebagai imbas hujan deras itu diduga telah menggerus fondasi jembatan.

Pada Minggu pagi, jembatan pun ambruk didahului suara keras. Beruntung, tak ada korban jiwa akibat kejadian itu.

"Kerugian materil ditaksir Rp600 juta," ungkap Kapolsek Sukahaji, Iptu Dadang Supriadi, Senin (20/1/2020).

AYO BACA : Hujan Seolah Enggan Turun di Cirebon, Ada Apa?

Pihaknya mengimbau masyarakat Desa Jati tak berada di sekitar jembatan.

"Masyarakat sebaiknya tak mendekati jembatan itu untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan," cetusnya.

Tak hanya Jembatan Ciherang, hujan deras pula telah mengakibatkan rumah warga di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, longsor.

Berdasarkan informasi, longsor tanah terjadi akibat tergerusnya permukaan bantaran sungai. Satu unit rumah longsor pada bagian belakang pada Minggu (19/1/2020) sore.

"Bagian dapur berupa ruangan seukuran sekitar 2x3 meter milik warga di Desa Karayunan longsor," kata Kapolsek Cigasong, AKP Kusdinar.

AYO BACA : Siklon Claudia Jauhi Indonesia, Ini Dampaknya

Tidak ada korban jiwa, namun korban merugi sekitar Rp15 juta. Kejadian itu juga menyebabkan jalan sekitar tertutup.

Hujan juga membuat senderan tanah milik warga di Kelurahan Cicenang, Kecamatan Cigasong, longsor. Senderan tanah sepanjang 3 meter dan tinggi 1,5 meter yang longsor menutup setengah badan jalan sekitar.

Pasca kejadian, polisi bersama TNI dan instansi terkait lain membantu warga membersihkan tanah longsoran yang menutupi jalan.

Hujan juga membuat senderan tanah milik warga di Kelurahan Cicenang, Kecamatan Cigasong, longsor. Senderan tanah sepanjang 3 meter dan tinggi 1,5 meter yang longsor membuat setengah badan jalan tertutupi.

Menghadapi situasi tersebut, Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

"Saat ini intensitas hujan meningkat, masyarakat harus berhati hati dan mewaspadai terjadinya tanah longsor maupun pohon tumbang," pintanya, hari ini.

AYO BACA : Lumpur Dibersihkan, Ancaman Banjir Masih Mengintai


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar