Yamaha

Unpar Dorong Universitas Berinovasi

  Sabtu, 25 Januari 2020   Adi Ginanjar

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dengan adanya perubahan yang pesat khususnya dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi digital, perguruan tinggi semakin berperan dalam mendukung pengembangan riset dan teknologi nasional. Hal ini sekaligus mendukung pembangunan nasional menciptakan bangsa Indonesia yang unggul secara global.

Sebagai bagian dari rangkaian acara memperingati Dies Natalis ke-65 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Unpar menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Peran Perguruan Tinggi di Dalam Bidang Riset dan Teknologi (Ristek) Sesuai dengan Arah Kebijakan Riset Nasional.”

Kegiatan diselenggarakan pada Jumat (24/1) di Aula Pascasarjana Unpar, Jalan Merdeka No 30, Bandung.

Acara diawali dengan sambutan Rektor Unpar Mangadar Situmorang, yang menyoroti pentingnya pengembangan riset sebagai bagian dari pendidikan tinggi. 

Dia berharap forum ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi lembaga
pendidikan tinggi masing-masing untuk menegaskan perannya sebagai lembaga
riset dan teknologi. 

“Kewajiban kita, sekali lagi, menyelenggarakan riset adalah
terutama membantu masyarakat menjawab persoalan-persoalan yang ada,” ujarnya.

Seminar diisi dengan keynote speech yang disampaikan Menteri Riset dan
Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek / BRIN)Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Kegiatan ini juga mengundang peserta dari komunitas akademik Unpar dan perwakilan perguruan tinggi lain di Kota Bandung.

Menristek mendorong akademisi untuk memulai perubahan pola pikir riset dan
pengembangan teknologi, dari yang semula. 

“Bapak Ibu adalah bagian dari
kelompok yang bisa mengubah mindset,” ungkapnya. Hal ini diharapkan mampu
menghasilkan luaran yang tepat guna dan inovatif.

Bambang mengatakan untuk menggali potensi iptek yang inovatif dalam menciptakan penguasaan iptek mandiri dan berdaya saing global 'inovasi'menjadi kata kunci.” 

Dia mendorong komunitas intelektual di
perguruan tinggi untuk berani belajar lewat proses ‘imitasi’, kemudian
meningkatkan hasil riset tersebut lewat inovasi sehingga menciptakan nilai
tambah. Proses paten serta penelitian dan pengembangan di berbagai lini
penting dalam meningkatkan nilai tambah tersebut.

Sesuai dengan ketersediaan sumber daya riset, perlu dibuat kelompok prioritas. Menristek berharap agar riset mampu menghasilkan teknologi tepat guna, karena hal tersebut masih relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

Seminar ini diisi pula dengan paparan dari dua orang akademisi Unpar, yaitu
Guru Besar Teknik Kimia Unpar Judy Retti Witono serta Dosen Ilmu
Hubungan Internasional Unpar Yulius Purwadi Hermawan. Pemaparan dan
diskusi dipandu oleh Kepala Lembaga Pengembangan Profesi Unpar yang juga
Dosen Teknik Kimia Unpar Budi Husodo Bisowarno selaku moderator.

Dalam presentasinya yang bertajuk “Pengembangan Teknologi Tepat Guna bagi Petani Garam di Indonesia,” Judy memaparkan latar belakang, luaran, dan tantangan bagi penelitian yang didasari oleh visi Unpar sebagai komunitas
akademik yang humanum. 

Berangkat dari kebutuhan pokok masyarakat yaitu garam, Judy beserta tim melakukan riset dan inovasi untuk meningkatkan kualitas garam rakyat sehingga memenuhi standar kemurnian garam industri.

Pemanfaatan energi terbarukan lewat teknologi sederhana terbukti mampu
mengoptimalkan produksi garam rakyat pada beberapa komunitas produsen
yang menjadi mitra Unpar.

Di sisi lain, Yulius Purwadi dalam paparannya “Pengembangan Riset Kebijakan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) Indonesia: Peluang dan Tantangan” membahas optimalisasi riset melalui skema KSST. 

Purwadi juga menyinggung minimnya peluang riset bagi berbagai bidang ilmu sosial dalam prioritas riset nasional.

Melalui paparan ini, dia menyoroti urgensi kajian dalam pengelolaan pendanaan riset domestik dan internasional, khususnya dalam konteks KSST, sehingga dapat mengembangkan peran Indonesia sebagai penyedia riset unggulan di kancah global.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar