Yamaha

Pasien Suspek Virus Corona di Kabupaten Cirebon Kontak dengan Empat Orang

  Selasa, 28 Januari 2020   Erika Lia
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni (paling kanan) didampingi Direktur RSD Waled, Budi S Soenjaya (kedua dari kanan) dan jajaran Dinkes Kabupaten Cirebon saat menjelaskan kondisi pasien suspek virus Corona di RSD Waled. (Ayocirebon/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Pasien terduga (suspect) virus Corona yang diisolasi di RSD Waled, Kabupaten Cirebon, diketahui telah berkontak dengan empat orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menyebutkan, SH (44), warga Desa Cikulak, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, sepulang dari Taiwan telah melakukan kontak dengan empat anggota keluarganya.

"SH telah berkontak dengan empat orang dalam keluarganya, seorang istri, dua anaknya, dan seorang adiknya," ungkap Enny, Selasa (28/1/2020).

AYO BACA : RSD Gunung Jati Siapkan Ruang Isolasi Bagi Pasien Virus Corona

Pihaknya pun melakukan observasi terhadap keempat anggota keluarga SH bersangkutan. 

Sejauh ini, imbuhnya, tidak ada keluhan dari keempat orang yang melakukan kontak langsung dengan SH. Namun, pihaknya tetap memonitor kondisi mereka.

"Hari ini akan kami periksa," ujarnya.

AYO BACA : Pasien Terduga Corona di RSD Waled Tunggu Rontgen Sebelum Dirujuk

SH diketahui mendatangi RSD Waled, Senin (27/1/2020) pagi. Dia mengalami demam 38 derajat celcius, batuk, sesak nafas, dan sakit kepala.

Berdasarkan informasi tersebut, tim Epidemiolog Dinkes Kabupaten  Cirebon melakukan investigasi awal terhadap kasus dan kontak eratnya.

SH diketahui demam sejak 15 Januari 2020 dan pernah mencapai 39 derajat celcius.

"Pada 5 Januari 2020, pasien SH rupanya sebelum ini mengikuti National Sales Conference (NSC) di Kota Taipei, Taiwan, bersama lima rekan lain dari Jakarta, Semarang, dan Jawa Timur," tuturnya.

Pada saat investigasi, lanjutnya, suhu tubuh SH sempat 36,5 derajat Celcius yang disertai batuk dan pilek. Belakangan diketahui, SH sempat pula merasakan sesak nafas, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot, sejak sebelum berangkat ke Taiwan.

"Hasil pemeriksaan fisik terhadap pasien SH, dokter mendiagnosa Community Acquired Pneumonia (CAP) dd/ suspek Corona," katanya.

AYO BACA : Antisipasi Corona, Pelabuhan dan Bandara Diminta Tingkatkan Pengawasan


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar