Yamaha

Kronologi Kejadian Pasien Suspek Virus Corona di Kabupaten Cirebon

  Selasa, 28 Januari 2020   Erika Lia
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni bersama Direktur RSD Waled, Budi S Soenjaya dan dokter spesialis RSD Waled, Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein, bersiap mengambil sampel dari pasien suspek virus Corona, SH, di ruang isolasi RSD Waled, Kabupaten Cirebon.

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- SH, warga Desa Cikulak, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, pasien suspek virus Corona diketahui telah melakukan kunjungan ke Kota Taipei, Taiwan.

Selama dua hari terakhir, SH menjadi pasien dalam investigasi (patien under investigation/PUI) terduga CoronaVirus (2019-nCov) dan menjalani perawatan di Ruang Infeksi Perawatan Terpadu dan Ruang Isolasi (Ruang Soka) RSD Waled, Kabupaten Cirebon.

Seperti apa kronologi kejadian yang menimpa SH, berikut rangkuman Ayocirebon.com berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

1. Pada 5 Januari 2020, SH berangkat menunaikan tugas oleh pimpinannya untuk mengikuti National Sales Conference (NSC) di Kota Taipei, Taiwan.

"SH berangkat bersama lima rekan lainnya dari Jakarta, Semarang, dan Jawa Timur," ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, Selasa (28/1/2020).
SH mengikuti NSC selama 12 hari hingga 15 Januari 2020.

Di sela mengikuti NSC, SH beserta teman-temannya mengikuti tur di sekitar Kota Taipei.

2. Pada 15 Januari 2020, SH beserta rombongan pulang dan tiba di Indonesia. Sampai di rumah, yang bersangkutan merasa demam, batuk semakin sering, dan sesak nafas. Dia pun berobat pertama kali pada hari itu ke klinik Pratama Medika, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon. Di sana, SH diberi obat.

AYO BACA : Kondisi Pasien Suspek Corona di Kabupaten Cirebon Membaik

3. Merasa tak membaik, SH kemudian berobat kembali ke klinik yang sama pada 27 Januari 2020.

"Oleh dokter klinik, kasus (SH) dirujuk ke RSD Waled setelah diketahui adanya riwayat perjalanan ke wilayah terjangkit Pneumonia berat yang disebabkan Coronavirus (Taiwan)," paparnya.

4. SH lalu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSD Waled pada Senin (27/1/2020) pukul 09.55 WIB.

SH pun langsung ditempatkan di ruangan isolasi. Selain diisolasi, tim dokter juga memberikan antibiotik dan simptomatik.

"Upaya yang telah dan akan dilakukan sesuai tata laksana kasus, pemberian antibiotik dan simptomatik sesuai advis dokter. Penderita juga diisolasi," terang Enny.

5. Seksi Surveilans-Imunisasi Dinkes Kabupaten Cirebon sendiri baru menerima laporan dari Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS) Waled, pada Senin (27/1/2020) pukul 10.27 WIB.

RSD Waled melaporkan, telah menerima pasien dengan keluhan utama demam di atas 38 derajat Celcius, batuk, sesak, dan sakit kepala.

AYO BACA : Pasien Suspek Virus Corona di Kabupaten Cirebon Kontak dengan Empat Orang

6. Tim Epidemiolog Dinkes Kabupaten  Cirebon lalu melakukan investigasi awal terhadap kasus dan kontak eratnya.

Hasil investigasi awal, SH datang ke RSD Waled dengan keluhan demam sejak 15 Januari 2020 dan pernah mencapai di atas 39 derajat Celcius.

"Pada saat investigasi, suhu tubuh SH 36,5 derajat celcius, disertai batuk dan pilek," tutur Enny.

Kondisi itu bahkan sudah dirasakan SH sejak sebelum berangkat ke Taiwan. Ketika itu, SH mengalami sesak nafas, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot.

7. Dari pemeriksaan fisik terhadap SH, dokter mendiagnosa Community Acquired Pneumonia (CAP) dd/suspek Corona.

Selain mengisolasi SH, tim Dinkes dan RSD Waled juga memonitoring empat orang yang berkontak langsung dengan SH, yakni stri, dua orang anak, dan seorang adik, hingga 14 hari ke depan.

8. Selasa (28/1/2020) ini, rencananya dilakukan pengambilan sampel swab nasofaring, sputum, dan serum terhadap SH di RSD Waled.

Upaya itu dilakukan Dinkes setelah berkoordinasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta melalui Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL).

AYO BACA : RSD Gunung Jati Siapkan Ruang Isolasi Bagi Pasien Virus Corona


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar