Yamaha

Ini Diagnosis Sementara Pasien Suspect Virus Corona di Kabupaten Cirebon

  Selasa, 28 Januari 2020   Erika Lia
Dokter spesialis RSD Waled, Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein mengungkap diagnosa sementara terhadap pasien suspek virus Corona di RSD Waled, Selasa (28/1/2020). (Ayocirebon.com/Erika Lia)

WALED, AYOCIREBON.COM -- Warga Desa Cikulak, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, SH (44) yang menjadi pasien diduga suspect virus Corona didiagnosis sementara menderita peradangan pada saluran nafasnya.

Dokter spesialis RSD Waled, Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein menyatakan, hingga kini secara klinis belum dapat dipastikan penyebab gejala yang dialami SH.

"Secara klinis belum bisa langsung tahu (yang dialami SH) Corona atau bukan," katanya seusai pengambilan sampel cairan terhadap SH di Ruang Infeksi Perawatan Terpadu dan Ruang Isolasi (Ruang Soka) RSD Waled, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/1/2020).

AYO BACA : Teori Konspirasi Sebut Virus Corona Senjata Biologis

Dalam perkembangannya, sejak masuk RSD Waled hingga hari ini, kondisi SH dipastikannya membaik. Namun begitu, menurut hasil rontgen dada SH, ditemukan infeksi pada paru-paru sebelah kirinya.

Fariz menyebut, SH sebelumnya belum pernah mengalami infeksi paru-paru. Saat berada di Taiwan, keluhan atas kondisi kesehatannya yang memburuk sudah muncul.

"Tapi, ketika pulang ke Indonesia, gejala yang dialami SH memburuk. Makanya, pasien SH memeriksakan diri," tuturnya.

AYO BACA : Kemenkes Ambil Sampel Cairan Pasien Suspek Virus Corona di Cirebon --------- Artikel ini sudah Terbit di AyoCirebon.com, dengan Judul Kemenkes Ambil Sampel Cairan Pasien Suspek Virus Corona di Cirebon, pada URL https://www.ayocirebon.com/read/2020/01/28/

Pada pemeriksaan awal, SH secara klinis disebut mengalami pneumonia atau infeksi paru-paru. Mengetahui SH baru pulang dari Taiwan yang tengah diserang isu penyebaran virus Corona, SH pun diperlakukan sebagai pasien suspect guna menghindari hal terburuk.

Dia lalu ditempatkan di ruang isolasi. Kemenkes RI juga mengambil sampel cairan, baik darah termasuk dari tenggorokannya, untuk uji lab.

"Masa inkubasi virus biasanya sepuluh hari. Hasil uji lab baru diketahui paling lama 14 hari ke depan," jelasnya.

Dia meyakinkan, tak ada keluhan spesifik dari pasien SH. Sementara ini, secara klinis SH didiagnosa mengalami peradangan akibat infeksi pada saluran nafas bawah.

"Secara klinis, ini bagian dari pneumonia ringan," tegasnya.

AYO BACA : WHO Jawab Kekeliruan Seputar Virus Corona


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar