Yamaha

Seribuan Orang Terdampak Banjir di Kabupaten Cirebon

  Selasa, 04 Februari 2020   Erika Lia
Ilustrasi banjir. ( J Lloa/Pixabay )

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya 1.226 jiwa di Kabupaten Cirebon terdampak banjir pasca hujan deras.

Berdasarkan data yang dihimpun Ayocirebon.com, pasca hujan deras lebih dari satu jam pada Senin (3/2/2020) sore, sekitar 429 pemukiman warga di dua desa pada dua kecamatan berbeda terendam air.

Kedua desa itu masing-masing Desa Gamel, Kecamatan Plered, dan Desa Kalimekar, Kecamatan Gebang.

Di Desa Gamel, sedikitnya 285 rumah di dua lokasi berbeda terendam air. Banjir masing-masing menggenangi sekitar 150 rumah di Dusun (Blok) Kauman dan sekitar 135 rumah di delapan blok Perumahan Cahaya Permai.

Sedikitnya 138 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari sekitar 402 jiwa terdampak banjir di Desa Gamel.

Bersamaan itu, setidaknya 144 rumah di Perumahan Gebang Regency di Desa Kalimekar, Kecamatan Gebang, pula direndam air. Sedikitnya 356 KK atau 824 jiwa terdampak banjir di Desa Kalimekar.
Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Faozan menjelaskan, banjir mulai menerjang kedua desa pada Senin petang, sekitar pukul 18.00 WIB.

Banjir terjadi setelah hujan deras selama 2-3 jam.

"Setelah menerima laporan, tim langsung terjun ke lokasi dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan," katanya, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, banjir di Desa Gamel terjadi sebab meluapnya Sungai Sikenanga. Air hujan berintensitas tinggi juga membuat volume air bertambah pada Sungai Soka, hingga kemudian membanjiri Sungai Sikenanga dan membuatnya meluap.

Kondisi itu, imbuhnya, diperburuk dengan jebolnya tembok penahan tanah (TPT) berukuran 6x2,5 meter setebal 120 cm. Meluapnya air pada sungai menyebabkan banjir setinggi 40-80 cm di Perumahan Cahaya Permai dan 40-70 cm di Dusun Kauman.

"Selain rumah, ada satu musola yang kena banjir," tambahnya.

Di Desa Kalimekar, Kecamatan Gebang, air merendam sekitar 144 rumah penduduk di empat blok Perumahan Gebang Regency setinggi 40-70 cm. Keempat blok itu masing-masing Enggang, Punani, Cendana, dan Maleo.

Sedikitnya 138 KK yang terdiri dari 402 jiwa terdampak banjir. Banjir juga terjadi setelah hujan deras selama sekitar dua jam.

"Tidak korban jiwa dan luka (akibat banjir di dua desa). Saat ini banjir sudah surut," tandasnya.
 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar