Yamaha

Perang Dagang AS-China Dituding Biang Kerok Anjloknya Ekonomi Negara

  Rabu, 05 Februari 2020   Suara.com
Bendera Tiongkok dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, Cina 30 Juli 2019. (REUTERS / Aly Song)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Ekonomi Indonesia sepanjangan 2019 mengalami perlambatan bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya. Hal itu seperti catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Pertumbuhan ini memang melambat dibandingkan 2018 dan 2017," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Menurut Pria yang kerab disapa Kecuk ini menyebut, banyak faktor yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019.

Salah satunya yakni tidak stabilnya perekonomian global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

"Perang dagang antara AS dan China pada saat itu masih jauh dari selesai, meskipun ada perundingan. Ketegangan politik di timur tengah menyebabkan perdagangan global dan investasi juga ikut melambat," jelas Kecuk.

Jika dirinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 pada kuartal I sebesar 5,07 persen, kuartal II 5,05 persen, kuartal III 5,02 persen, dan kuartal IV 4,97 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini tak mencapai target pemerintah yang mematok diangka 5,3 persen dalam APBN 2019.

Suhariyanto menambahkan, penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi juga disumbang dari harga komoditas migas maupun non migas yang fluktuatif.

Dalam catatannya, harga minyak mentah Indonesia turun 2,61 persen pada kuartal IV 2019. Sementara jika dibandingkan kuartal III harga minyak mentah indonesia naik 6,4 persen.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar