Yamaha

Digigit Ular, Balita Asal Cirebon Koma 5 Hari dan Akhirnya Meninggal Dunia

  Kamis, 13 Februari 2020   Erika Lia
Ular weling (Bungarus Candidus).

KESAMBI, AYOCIREBON.COM -- Lima hari koma setelah digigit ular, balita Adila Oktavia (4), asal Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, meninggal dunia.

Pihak keluarga syok mendapati anak kesayangan mereka akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Rabu (12/2/2020) malam.

Sejak Sabtu (8/2/2020), Adila dirawat intensif di RSD Gunung Jati, Kota Cirebon, setelah pada Jumat (7/2/2020) diduga digigit ular di sela tidur hingga membuatnya tak sadarkan diri.

"Meninggalnya sekitar pukul 20.30 WIB kemarin (Rabu). Kami langsung bawa pulang pakai ambulance," ungkap sang ayah, Mukmin (27).

Menurutnya, kondisi putri tercinta hasil buah perkawinannya dengan Rusmiyati (24) itu sempat menurun pada Rabu sore.

Tim medis pun memanfaatkan alat pacu jantung terhadap Adila. Namun, upaya itu tak membuat sang anak tetap hidup.

"Menurun (kondisi kesehatannya) pas sore kemarin," cetusnya singkat.

Keluarga masih terpukul dengan kejadian itu. Mereka pun enggan berbincang lama ihwal Adila yang jenazahnya dimakamkan pemakaman umum setempat, Kamis (13/2/2020).

Adila koma setelah digigit ular berbisa jenis weling (Bungarus Candidus) di tengah tidurnya Jumat malam lalu.

Di RSD Gunung Jati, ‎tim medis berupaya memulihkannya. Sayang, pihak rumah sakit tak memiliki anti bisa atau anti venom jenis ular weling.

Pihak rumah sakit terpaksa menyuntikan anti venom jenis ular berbeda. Namun, upaya itu tak membuat bocah perempuan itu sadar dari koma. 

Tim medis sebelumnya sempat kesulitan mengidentifikasi jenis ular yang menyebabkan Adila koma. Jenis ular baru diketahui setelah tim medis berkoordinasi dengan dokter WHO.

Wakil Direktur Pelayanan RSD Gunung Jati, Maria mengatakan, ular yang menggigit Adila tergolong jenis baru yang hidup di Cirebon.

"Jenisnya weling, jenis yang baru. Hidupnya di wilayah Cirebon, Bungarus candidus Cirebon," terangnya.

Bisa ular weling, lanjutnya, telah menyerang bagian saraf dan sel darah Adila. Bahkan, racunnya dapat menyebabkan pembuluh darah pecah.

"Gejalanya bukan hanya neurotoxic, tapi hemotoxic juga. Jadi racunnya ke darah dan bisa pecah pembuluh darahnya," tuturnya.

Secara sederhana, neurotoxic atau neurotoksin sendiri adalah toksin yang beraksi di sel saraf. Sementara hemototoxic atau hemotoksin adalah toksin yang memusnahkan darah merah.
 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar