Yamaha

Warga Perumnas Cirebon Tolak Rencana Jual Lahan kepada RS Siloam Putera Bahagia

  Rabu, 19 Februari 2020   Erika Lia
RS Siloam Putera Bahagia.

HARJAMUKTI, AYOCIREBON.COM -- Warga RW 5 Semeru Asih, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, menolak rencana Perum Perumnas menjual lahan kepada RS Siloam Putera Bahagia.

Warga beralasan, lahan yang terletak bersisian dengan rumah sakit itu, selama sekitar 36 tahun terakhir telah dimanfaatkan untuk aktivitas harian. Lapangan bola mini hingga bangunan Baperkam bahkan didirikan di atasnya.

"Kami memanfaatkan lahan tersebut untuk berbagai kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan lainnya selama puluhan tahun ini," ungkap seorang tokoh masyarakat setempat, Edi Mulyana.

Selama dimanfaatkan sebagai fasilitas umum warga sekitar, warga mengklaim, tak pernah ada pemberitahuan atau larangan apapun dari Perum Perumnas. Situasi itu berlaku pula kala baperkam dibangun.

Karena itu, warga terkejut ketika Perum Perumnas berniat menjual lahan seluas sekitar 767 m2 itu kepada pihak rumah sakit. Perum Perumnas mengklaim lahan itu sebagai asetnya dengan status semi komersial.

Penjualan lahan sendiri diketahui terkait rencana perluasan RS Siloam Putera Bahagia. Kondisi itu pun menimbulkan konflik antara warga dengan Perum Perumnas.

Project Manager Perum Perumnas Cirebon, Fatchudin menjelaskan, RS Siloam Putera Bahagia mengajukan penawaran untuk membeli lahan tersebut.

"Kami antusias, tapi tak serta Merta menyetujui," cetusnya dalam sebuah kesempatan.

Sebelum menyetujui, pihaknya melayangkan surat pemberitahuan kepada Ketua RW 5 Semeru Asih sebagai prosedur yang harus ditempuh.

Dia mengklaim, pihaknya hanya menjalankan instruksi dari pusat untuk menjual tanah tersebut.

"Untuk menambah cash in Perum Perumnas," ujarnya.

Kepala Sub Seksi Pengukuran Dasar dan Pemetaan Tematik Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cirebon, Ahmad Farikhi menyebutkan, dari peta yang dimiliki pihaknya, lahan itu diketahui berstatus hak pengelolaan (HPL) atas nama Perum Perumnas.

"Sebagaimana ketentuan, HPL bukan merupakan hak atas tanah seperti Hak Milik (HM), Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), dan Hak Pakai (HP), sehingga (lahan itu) tak bisa diperjualbelikan," bebernya.

Hanya, hak atas tanah HGB/HP bisa diberikan di atas tanah HPL. Untuk ini, ada prosedur yang harus dilalui, salah satunya pelepasan oleh Perumnas.

Kala status berubah, kepemilikan lahan yang bersangkutan pun baru bisa dialihkan.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon, Agus Mulyadi berharap, lahan itu bisa tetap dimanfaatkan warga.

"Syukur-syukur kalau Perum Perumnas mau mengalihkan kepemilikannya dan menghibahkan kepada pemkot Cirebon supaya dapat dimanfaatkan warga," ungkapnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Mohammad Handarujati Kalamullah berjanji akan meminta bantuan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Cirebon dan Indramayu.

"Bantuan diperlukan untuk memperjuangkan aspirasi warga sampai ke Kementerian BUMN," katanya.
 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar