Yamaha

Situs Matangaji Rusak, Sultan Sepuh Kirimi Wali Kota Cirebon Surat

  Rabu, 19 Februari 2020   Erika Lia
Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mendengarkan laporan tim pemelihara Situs Matangaji yang rusak. (Ist)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM -- Imbas kerusakan Situs Matangaji, Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat melayangkan surat kepada Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, Rabu (19/2/2020).

Dalam surat tersebut, Sultan Arief menyatakan situs di Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, yang merupakan petilasan Sultan Sepuh V Muhammad Sofiudin atau Sultan Matangaji termasuk wewengkon Keraton Kasepuhan Cirebon.

Dalam surat itu terungkap, kerusakan terjadi akibat aktivitas pembangunan perumahan oleh salah satu pengembang (developer).

Kepada wali kota, Sultan Arief menyampaikan lima poin penting, salah satunya mengingatkan peran Sultan Matangaji dalam memerangi penjajah Belanda pada abad ke-18.

"Perjuangan Sultan Matangaji merupakan sejarah perjuangan rakyat Cirebon yang harus dibuat kajian sejarah berdasarkan literasi," katanya pada poin pertama surat tersebut.

Dalam poin keduanya, Sultan Arief mengungkapkan, bukti perjuangan Sultan Matangaji berupa batu bata, sumur kuno, dan goa tirai, di area Situs Matangaji selama ini dipelihara dengan baik sebagai monumen sejarah.

Pemeliharaan itu dilakukan agar semua pihak, mulai pemerintah hingga masyarakat, mengetahui sejarah Cirebon.

AYO BACA : Misteri Situs Matangaji dan Goa Sunyaragi, Relasi Sunyi yang Nyaris Usai

Mengingat pentingnya nilai situs, Sultan Arief berharap setiap pembangunan yang bersinggungan dengan cagar petilasan/situs/cagar budaya oleh pemerintah maupun pihak swasta, dikoordinasikan bersama Keraton Kasepuhan, ahli sejarah, maupun pihak berkompeten lainnya.

"Sebaiknya situs atau petilasan dijaga/dirawat/diberi batas agar tetap ada sebagai monumen perjuangan Cirebon," tulis Sultan dalam poin terakhirnya.

Dia menegaskan, surat berisi laporan kepada wali kota itu dilayangkan sebagai wujud tanggung jawab pihaknya selaku pemangku amanat di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Surat itu pun diketahui di antaranya ditembuskan kepada Kapolres Cirebon Kota, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP), camat Kesambi, Lurah Karyamulya, maupun pimpinan pengembang perumahan.

Meski menyayangkan kejadian itu, Sultan Arief belum berencana melaporkannya kepada pihak kepolisian.

"Belum (lapor ke kepolisian) nunggu tanggapan wali kota," cetusnya.

Pihaknya sendiri telah memantau dan mendata kerusakan di area situs. Bangunan bata merah dan sumur kuno tercatat hancur.

AYO BACA : Situs Matangaji Rusak Tertimpa Tanah, Sultan Sepuh Sayangkan Lemahnya Atensi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar