Yamaha

Tiga Even Ini Diusulkan jadi Penguat Pesona Wisata Kota Cirebon

  Rabu, 26 Februari 2020   Erika Lia
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Erika Lia/Ayocirebon)

LEMAHWUNGKUK, AYOCIREBON.COM -- Kasultanan Kasepuhan Cirebon mengusulkan tiga even besar sebagai penguat daya tarik wisata Cirebon.

Sultan Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyebutkan, ketiga even itu masing-masing festival Keraton Cirebon, parade batik Cirebon, dan haul Sunan Gunung Jati.

"Kami mengusulkan tiga even besar di Kota Cirebon harus mulai digelar sebagai ikon kota ini," ungkapnya.

Festival Keraton Cirebon sendiri merupakan even rutin tahunan unggulan Kota Cirebon. Di dalamnya ada kirab keraton, kesenian keraton, kuliner keraton, busana keraton, sampai seminar sejarah keraton.

Sementara, dia menilai parade batik Cirebon layak diangkat mengingat kawasan Pantura Jabar ini dikenal pula sebagai penghasil kerajinan batik.

"Cirebon kan terkenal batiknya, peminatnya wisatawan dalam negeri dan luar negeri. Apalagi saat ini sudah ada hari batik setiap 2 Oktober sehingga selalu jadi even unggulan," tuturnya.

Dalam parade batik, bisa digelar pameran, perlombaan, peragaan busana batik, dan lainnya.

Terakhir, pihaknya mengusulkan haul Sunan Gunung Jati menjadi momen yang melengkapi even besar di Kota Cirebon.

Dia memandang, Cirebon identik sebagai kota wali dan wisata religiusnya. Haul Sunan Gunung Jati yang rutin dilaksanakan setiap tahun, dianggap bisa menjadi ikon wisata dan even unggulan wisata Kota Cirebon.

"Di dalamnya bisa ada seminar, tahlil Akbar, lomba adzan pitu, lomba kaligrafi, makan bersama 1.000 anak yatim piatu, dan lain-lain," cetusnya menggambarkan.

Pihaknya mengusulkan kepada Pemkot Cirebon untuk mengalokasikan anggaran pada 2021 untuk menggelar ketiga even itu.

Selain mengusulkan even-even tersebut, Arief menilai, kawasan wisata keraton harus sudah mulai ditata kembali. Alasannya, tamu negara dan wisatawan yang lalu lalang di sekitar keraton makin bertambah.

Dia menunjuk sejumlah lokasi yang sejatinya perlu ditata untuk mendukung keraton sebagai kawasan wisata, di antaranya Jalan Pulasaren, Jalan Ariodinoto, Jalan Kasepuhan, kawasan Pecinan, Jalan Winaon, Jalan Merdeka, Jalan Talang, Jalan Kebumem, Jalan Pegajahan, Jalan Jagasatru, kawasan tanggul Kriyan, Jalan Kesunean, dan sekitarnya.

"Kami berharap kawasan ini menjadi bersih, indah, tertib, nyaman, baik trotoar, penerangan jalan umum, tempat sampah, taman, furniture street, signed, dan lainnya," harapnya.

Menurutnya, Pemkot Cirebon masih lemah dalam mempromosikan pariwisatanya. Pemkot diminta lebih getol mempublikasikan pesona wisatanya ke khalayak yang lebih luas.

Untuk ini, Pemkot diminta lebih kuat menjalin kerjasama dengan stakeholder terkait, di antaranya keraton, hotel, restoran, agen perjalanan wisata, toko oleh-oleh khas Cirebon, dan sejenisnya.

"Buatlah paket wisata dan jalur wisata untuk panduan wisatawan yang lebih solid," tambahnya.

Namun begitu, pihaknya tetap menyambut baik program-program pemkot dalam upaya meningkatkan Cirebon sebagai kota budaya dan pariwisata.

Dia mengingatkan, pendapatan asli daerah (PAS) Kota Cirebon dari sektor pariwisata termasuk penyumbang terbesar.

"Karena itu, sebaiknya anggaran dan kegiatan kebudayaan dan pariwista harus lebih ditingkatkan lagi," katanya.

Penataan kota yang berbasis budaya dan pariwisata diharapkan akan meningkatkan kunjungam wisatawan maupun PAD Kota Cirebon. Pada gilirannya, kesejahteraan masyarakat pun kelak tercapai.

 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar