Yamaha

Jangan Panik! Peritel Pastikan Kebutuhan Masyarakat Tetap Aman

  Selasa, 03 Maret 2020   Erika Lia
ilustrasi minimarket.

PLUMBON, AYOCIREBON.COM -- Kekosongan stok masker dialami sejumlah apotik dan minimarket di Kota Cirebon maupun Kabupaten Cirebon. Meski begitu, masyarakat diharapkan tak panik.

Sejumlah apotik dan minimarket di sepanjang Jalan Raya Cirebon-Bandung, Kabupaten Cirebon, misalnya, tak ditemukan satu pun masker. Para penjaga toko dan minimarket rata-rata senada, mengaku telah kehabisan stok masker sejak sekitar sepekan terakhir.

Kondisi serupa ditemukan pula di apotik dan minimarket di sepanjang Jalan Fatahillah, Kecamatan Weru, dan Jalan Pilang Raya, Kabupaten Cirebon.

Tak hanya di Kabupaten Cirebon, sejumlah apotik dan minimarket di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, juga mengaku kehabisan stok masker. Benda satu itu menjadi langka pasca virus Corona merebak.

Regional Corporate Communication Manager Alfamart, Firly Firlandi mengakui, sepekan lalu stok masker kosong karena pengiriman supplier. Namun kini, ketersediaan masker di Alfamart se-Wilayah Cirebon sudah normal.

"Saya konfirmasi ke tim cabang, ketersediaan masker normal di seluruh kota yang dicover cabang kami," tuturnya saat dikonfirmasi Ayocirebon.com, Selasa (3/3/2020).

Masing-masing toko, imbuhnya, menyediakan 20 pax/hari. Bila pun kemudian ditemukan kekosongan stok masker pada minimarket pada suatu hari ini, kondisi itu dimungkinkan akibat penjualannya yang berlangsung cepat.

"Kalaupun (masker) kosong dalam hari itu, kemungkinan terjual cepat pada hari tersebut," cetusnya.

Dia menyatakan, tak ada pembatasan pembelian masker yang diterapkan di toko-toko Alfamart. Selama barang tersedia, konsumen dipersilakan membelinya.

"Barang harus laku terjual," kata Firly menerangkan kebijakan yang diberlakukan pihaknya.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta masyarakat tak melakukan panic buying pasca pengumuman pemerintah atas dua orang di Depok yang positif terjangkit virus Corona.

"Jangan melakukan panic buying akibat phobia dengan berbelanja kebutuhan di toko-toko ritel modern," imbau Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mandey melalui rilis yang diterima dan disarikan Ayocirebon.com.

Menurutnya, panic buying justru akan memicu kepanikan baru lain yang tak perlu terjadi ketika sebenarnya seluruh kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Dia meyakinkan, anggota peritel Aprindo atau toko-toko modern siap memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan masyarakat. Ketersediaan barang kebutuhan masyarakat pun dipastikannya mencukupi.

"Ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan masyarakat sekarang, yakni menjaga kesehatan diri dan keluarga," tuturnya didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Aprindo, Nur Rahman.

Masyarakat juga diingatkan tak cepat terpengaruh informasi bohong (hoaks). Berita yang disampaikan kementerian dan lembaga pemerintah, yang secara langsung disiarkan melalui jaringan media massa terpercaya dan kompeten, disarankannya sebagai pilihan utama masyarakat yang ingin memperoleh informasi ihwal kondisi terkini.

Pihaknya juga meminta sedada peritel untuk tetap melayani kebutuhan masyarakat dan mengambil tindakan atau kebijakan yang dianggap perlu saja.

"Ambil tindakan atau kebijakan yang dianggap perlu untuk memastikan kebutuhan masyarakat terlayani dengan cukup dan baik," tegasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar