Yamaha

Tiga PDP di Kabupaten Indramayu Meninggal Dunia

  Senin, 30 Maret 2020   Erika Lia
Penggunaan masker sebagai upaya untuk mencegah penularan atau tertular Virus Corona. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Tiga pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Indramayu meninggal dunia.

Ketiganya meninggal dunia sebelum dipastikan menderita Covid-19 (positif) atau tidak (negatif). Penyakit penyerta (comorbid) memperburuk setiap PDP yang berpotensi berujung pada embusan napas terakhirnya.

"Dari tiga pasien itu memang karena penyakit yang dideritanya sudah berat, sehingga memperburuk keadaannya," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Senin (30/3/2020).

Masing-masing diketahui mempunyai penyakit penyerta berupa hipertensi, jantung, dan diabetes.

Dia memastikan, ketiganya meninggal dunia sebelum diketahui hasil swab masing-masing. Dengan begitu, belum dipastikan ketiganya meninggal dunia sebagai pasien Covid-19 yang positif.

Deden menyebut, hasil swab ketiganya sampai kini masih belum diterbitkan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) di Jakarta.

"Kalau sesuai jadwal, (hasil swab) 2-3 hari (sudah keluar). Tapi, karena banyak sekali (se-Indonesia), jadi lama hasilnya," ungkapnya.

Dari ketiga pasien, salah satunya diketahui seorang pria, telah melakukan perjalanan dari Jakarta. Dia bahkan telah menjalani rapid diagnostic tes (RDT) dan hasilnya negatif (non reaktif).

Pasca meninggal dunia, Deden meyakinkan, telah menelusuri keluarga masing-masing sesuai protap yang berlaku. Penelusuran ini untuk mengetahui interaksi keluarga dengan pasien yang meninggal dunia dan memeriksa kesehatan mereka demi mencegah penyebarluasan virus.

Sampai kini, belum ada pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Di Indramayu total tercatat 179 PDP dan ODP, yang terdiri dari 20 PDP dan 159 ODP.

Dari 20 PDP, selain tiga pasien yang meninggal dunia, seorang lainnya diketahui negatif. Sementara itu, 16 pasien masih dalam pengawasan.

Mereka yang tercatat PDP terdiri dari beragam usia dengan rentang usia mulai kurang dari lima tahun (balita) hingga 70-79 tahun.

Dari 20 PDP, dua pasien di antaranya PDP. Pasien terbanyak sendiri sejumlah enam orang dengan rentang usia 20-29 tahun.

Sementara, dari total 159 ODP, 130 orang di antaranya masih dalam pemantauan. Dari 159 ODP, tercatat lima orang merupakan WNA.

Seorang balita diketahui terdaftar sebagai ODP. Sedangkan ODP terbanyak dengan rentang usia 30-39 tahun sejumlah 54 orang, 20-29 tahun sejumlah 47 orang, dan 40-49 tahun dengan 30 orang.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar