Yamaha

Masjid Raya At Taqwa Kota Cirebon Akan Tetap Gelar Jumatan, tapi...

  Kamis, 02 April 2020   Erika Lia
Ketua At-Taqwa Center, Ahmad Yani. (ist)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Masjid Raya At Taqwa Kota Cirebon berencana tetap menggelar salat Jumat berjamaah. Namun, sejumlah kebijakan yang mendukung upaya pemutusan rantai penyebaran virus Corona akan tetap dijalankan.

Otoritas Kota Cirebon telah mengimbau masyarakat mengganti salat Jumat yang rutin dilakukan berjamaah di masjid, dengan salat Zuhur di rumah masing-masing.

Meski begitu, Ketua At-Taqwa Center, Ahmad Yani menyatakan, salat Jumat berjamaah akan tetap dilaksanakan di Masjid Raya At Taqwa secara internal.

"Kami siap mengikuti kebijakan Pemkot Cirebon terkait peniadaan sementara salat Jumat di Kota Cirebon. Tapi, kalau ada jamaah yang datang ke Masjid Raya At-Taqwa dan berjumlah lebih dari 40 orang, salat Jumat (berjamaah) akan dilaksanakan," katanya seusai pertemuan dengan wali kota Cirebon dan jajaran terkait lain di At Taqwa Center, Kamis (2/4/2020).

Hanya, meyakinkan komitmen pihaknya untuk mengikuti kebijakan Pemkot Cirebon, pelaksanaan salat Jumat itu akan dilakukan secara internal masjid. Khutbah yang disampaikan pun tak disiarkan melalui pengeras suara masjid seperti biasanya.

Dia menjelaskan, meminta orang untuk pergi ketika mereka telah tiba di masjid menjadi sebuah hal yang muskil dilakukan.

"Kami kan tak mungkin mengusir para jamaah yang sudah datang," ujarnya.

Menurutnya, akan masih ada masyarakat yang datang ke masjid esok hari, sekalipun telah lahir kebijakan peniadaan salat Jumat. Kemungkinan itu bisa timbul dari warga yang belum mengetahui kebijakan ini, maupun mereka yang memiliki perasaan aman selama di masjid.

"Wajar kalau besok masih ada yang datang ke masjid. Pemberitahuan dari wali kota saja baru hari ini, sehingga kemungkinan beberapa DKM di Kota Cirebon ada yang belum menerima surat edaran soal peniadaan salat Jumat," paparnya.

Karena itu, sambungnya, bila esok masih ada jamaah yang datang, pihaknya akan mengarahkan untuk melaksanakan salat Duhur. Namun, sesuai ketentuan, bila jumlah jamaah lebih dari 40 orang, salat Jumat akan dilaksanakan.

"Akan kami lakukan secara internal saja dan tak menggunakan speaker," janjinya.

Pihaknya juga akan tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan, mengecek suhu tubuh jamaah, dan memberlakukan jarak fisik antar umat selama salat.

Ihwal kebijakan peniadaan salat Jumat berjamaah ini, Yani pun berjanji bakal menyosialisasikannya kepada khalayak. Upaya pemberitahuan akan dilakukan baik melalui spanduk yang dipasang di masjid maupun melalui pengeras suara.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar