Yamaha

Kasus Corona di China Kembali Melonjak

  Rabu, 08 April 2020   Ananda Muhammad Firdaus
ilustrasi -- Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona di China. (Shutterstock)

SUIFENHE, AYOCIREBON.COM --  Wuhan mengakhiri kebijakan lockdown setelah dua bulan diterapkan. Namun, masalah baru muncul di sebelah utara China ketika pemerintah setempat Kota Suifenhe di Provinsi Heilongjiang mulai membatasi pergerakan penduduknya di tengah kekhawatiran gelombang kedua infeksi di daratan Tiongkok. Tak hanya itu, tingkat risiko infeksi Kota Jiaozhou di provinsi Shandong timur telah meningkat dari rendah ke sedang,

Diketahui, pembatasan telah mereda dalam beberapa hari terakhir, karena pemerintah provinsi Hubei hanya mendapati tiga infeksi baru yang dikonfirmasi dalam 21 hari terakhir dan hanya dua infeksi baru dalam dua minggu terakhir.

Meski begitu, sebagaimana dilansir Reuters, per Selasa (7/4/2020), angka kasus baru harian di Heilongjiang meningkat ke angka 25 kasus. Hal tersebut tak lepas dari kedatangan pelancong asal Rusia ke provinsi tersebut. Seperti diketahui, Provinsi Heilongjiang berbagi wilayah darat dengan Rusia.

Kota Suifenhe yang merupakan daerah dengan jumlah kasus baru terbanyak menerapkan aturan pembatasan sosial pada Rabu (8/4/2020) dengan cara yang mirip dengan Wuhan. Warga tak diizinkan meninggalkan komplek permukiman mereka. Pergerakan setiap orang di kota tersebut diawasi ketat oleh CCTV yang dikelola pemerintah.

Selain itu, salah seorang dari setiap anggota keluarga diizinkan pergi untuk membeli kebutuhan pokok tiga hari sekali. Salah satu anggota keluarga yang pergi tersebut diharuskan untuk pulang ke rumah di hari yang sama.

Belakangan ini, China memang sedang dilanda kekhawatiran. Sebagaimana dilaporkan Reuters, per Rabu, (8/4/2020), kasus baru di China meningkat dua kali lipat dalam 24 jam terakhir karena jumlah pelancong asing yang terinfeksi melonjak. Selain itu, infeksi tanpa gejala baru juga melonjak lebih dari empat kali lipat.

Sementara dalam sebulan terakhir, per Selasa (7/4/2020), kasus baru dikonfirmasi naik menjadi 62 kasus, dengan 59 dia ntaranya merupakan infeksi impor. Menurut, Komisi Kesehatan Nasional, angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak Rabu (25/3/2020).

Jumlah kasus tanpa gejala baru naik menjadi 137 sejak sebulan  sebelumnya. Laporan terbaru otoritas kesehatan menyebut pada Rabu (8/4/2020), bahwa 102 kasus di antaranya merupakan pelancong dari luar negeri. (Ayobandung.com/Ilham Sigit)


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar