Yamaha

Tangani Pasien Covid-19, 15 Tenaga Medis di Indramayu Diisolasi

  Kamis, 09 April 2020   Erika Lia
Simulasi penanganan pasien Virus Corona. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Lima belas tenaga kesehatan yang terlibat penanganan seorang pasien Covid-19 di Kabupaten Indramayu diisolasi.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, ke-15 tenaga kesehatan yang diisolasi berasal dari RSUD Indramayu

"Mereka pernah kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19," katanya, Kamis (9/4/2020).

Mereka kini harus diisolasi selama 14 hari di ruang Kijang Kencana 1 RSUD Indramayu.

Dia menyebutkan, ruangan itu kini dikhususkan sebagai tempat isolasi para tenaga medis yang pernah kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, kondisi pasien positif sendiri diyakinkannya membaik kini. Hanya, satu kasus positif itu praktis telah menambah jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Indramayu.

Sampai hari ini, tercatat penambahan 14 ODP, sehingga jumlah dari sebelumnya 368 orang menjadi 382 orang.

PDP sendiri bertambah enam pasien, sehingga total menjadi 32 pasien dari sebelumnya 26 pasien.

Pihaknya sejauh ini telah menelusuri dan melacak keluarga maupun kawan-kawan pasien positif bersangkutan.

Dari pengakuan keluarganya, pasien yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu baru pulang dari Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, bukan Batam seperti pengakuan sang pasien sebelumnya.

"Pasien ini bekerja di salah satu rumah makan di sana," ujar Deden yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu ini.

Pada 25 Maret 2020, pria tersebut bersama kawannya pulang ke Indramayu menggunakan pesawat terbang dan mendarat di Bandara Soekarno Hatta.

Dari bandara, yang bersangkutan melanjutkan perjalanan ke Indramayu menggunakan mobil sewaan. Pengemudinya diketahui dari Indramayu.

Pada 26 Maret 2020, pasien memeriksakan diri pada salah satu tenaga kesehatan dengan keluhan panas, batuk, dan sesak.

Sampai 27 Maret 2020, sambungnya, kondisinya belum membaik. Pasien lantas dirujuk ke RSUD Pantura MA Sentot Patrol, sebelum kemudian dilarikan ke RSUD Indramayu sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

"Sampai hari ini pasien masih di RSUD Indramayu. Badannya panas, tapi batuk dan sesak sudah mulai membaik," ungkapnya.

Deden pun mengaku telah berkontak dengan Dinkes Kepulauan Riau. Pihaknya juga telah melakukan rapid tes terhadap sepuluh orang, yang terdiri dari keluarga dan kawan pasien yang turut pulang ke Indramayu.

Selain keluarga dan kawan pasien, rapid tes juga dilakukan kepada 20 tenaga medis di RSUD Pantura MA Sentot Patrol. Dia meyakinkan, hasil rapid tes tenaga medis di rumah sakit ini seluruhnya negatif.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar