Yamaha

Putus Sebaran Covid-19, Operasi Pendataan Bakal Diberlakukan di Kota Cirebon

  Senin, 13 April 2020   Erika Lia
Penjabat Sekda Kota Cirebon, Anwar Sanusi. (ayocirebon)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pasca meninggalnya warga Kota Cirebon yang positif Covid-19, Pemkot Cirebon akan melakukan operasi pendataan orang yang masuk ke Kota Cirebon di jalan raya.

Operasi ini guna menghimpun data statistik dan memadukan dengan pendataan yang telah dilakukan di tingkat RT dan RW di Kota Cirebon sebagai usaha mencegah penyebaran Covid-19. 

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Anwar Sanusi meyakinkan, operasi tersebut bukan bentuk pelarangan terhadap warga.

"Melainkan sebagai sensus (pendataan) terhadap warga," jelasnya.

Pihaknya akan mendata jumlah orang maupun kendaraan yang masuk Kota Cirebon. Selanjutnya, data yang diperoleh petugas di jalan raya akan dicocokkan dengan pendataan oleh RT/RW di Kota Cirebon.

Pemkot lalu akan mengamati kecenderungan di lapangan melalui penggabungan data di jalan raya dan RT/RW.

Sejauh ini, seluruh kecamatan di Kota Cirebon telah diperintahkan untuk melakukan penyekatan wilayah di tingkat RT dan RW.

"Penyekatan ini pun bukan untuk melarang orang datang, tapi sebagai pemantauan dan pendataan terhadap orang yang baru masuk Kota Cirebon," ungkapnya.

Dia mengklaim, hasilnya ternyata efektif. Dari hasil pendataan RT dan RW, jumlah pendatang yang masuk Kota Cirebon mencapai 487 orang.

Para pendatang juga sudah menjalani penyaringan (screening) oleh Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

Namun, Pemkot Cirebon belum menentukan titik-titik pendataan di jalan raya.

"Kami akan laporkan dulu kepada wali kota," imbuhnya.

Rencananya, pendataan ini dikoordinasikan dengan TNI dan Polri dengan leading sektor Satpol PP Kota Cirebon.

Dia menambahkan, pihaknya pula telah menyiapkan skenario kala penyebaran virus SARS-COV-2 terjadi secara masif di Kota Cirebon.

"Bila terjadi kejadian luar biasa (outbreak) dalam wabah Covid-19 di Kota Cirebon, selain RSD Gunung Jati, kami juga telah menyiapkan tempat-tempat lain," janjinya.

Tempat lain dimaksud berupa Gedung eks Pusdiklatpri yang tengah ditata dan gedung BKKBN yang telah memiliki 40 tempat tidur. Namun, dia berharap Kota Cirebon tak mengalami kejadian luar biasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Eddy Sugiarto meyakinkan, pengawasan di tingkat RT/RW merupakan tindakan solutif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kekuatan RT dan RW bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 langsung dari sumber utama," katanya. 

Selain pendataan di jalan raya, pihaknya juga menyiapkan pelaksanaan rapid tes. Untuk ini, sedikitnya 4.000 alat rapid tes dipesan.

Dari jumlah itu, sekitar 400 unit di antaranya diagendakan tiba hari ini. Rapid tes akan diberlakukan bagi orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Cirebon.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar