Yamaha

Inflasi April Tak Biasa, BPS: Permintaan Barang Jasa Melambat

  Senin, 04 Mei 2020   Republika.co.id
sebagai ilustrasi -- bawang merah menjadi salah satu komoditas pasar yang memicu inflasi April 2020. (Ayocirebon.com)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret menunjukkan kenaikan tipis sehingga menyebabkan tingkat inflasi mencapai 0,08% berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Lebih lanjut, secara tahun kalender (Januari-April 2020) sebesar 0,84%, sementara inflasi tahunannya 2,67%.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, inflasi bulan lalu menunjukkan pola tidak biasa apabila dibandingkan sebelumnya. Seperti tahun lalu, ketika menjelang bulan Ramadan yang jatuh pada Mei, inflasi mengalami peningkatan. Penyebabnya, tingkat permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa cenderung meningkat.

"Tahun ini justru melambat, dari Maret 0,10%, menjadi hanya 0,08%," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (4/5/2020).

Inflasi secara tahunan (year on year/yoy) pun mengalami perlambatan. Dari data BPS, terlihat inflasi tahunan pada Maret tahun lalu adalah 2,96%, sedangkan tahun ini hanya 2,67%.

Suhariyanto menuturkan, pola tidak biasa ini diakibatkan adanya keterbatasan aktivitas sosial dan ekonomi di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19). "Situasinya tidak biasa akibat pandemi, maka pola inflasi berubah," ujarnya.

Dari 90 kota inflasi yang dipantau BPS, sebanyak 39 kota di antaranya mengalami inflasi dan 51 lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara sebesar 0,88%. Cirebon, Depok dan Balikpapan mengalami inflasi terendah, yakni 0,02%.

Di sisi lain, deflasi terendah terjadi pada Bogor dan Semarang, masing-masing 0,02%. Pangkalpinang mengalami deflasi tertinggi, yakni 0,92%. "Penyebabnya, penurunan tarif angkutan udara di Pangkalpinang," tutur Suhariyanto.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis, inflasi sepanjang 2020 dapat bertahan di tingkat rendah dan stabil dalam kisaran tiga plus minus satu persen. "Ini sesuai dengan sasaran kami," ucapnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR secara virtual, Kamis (30/4).

Khusus untuk Ramadan pun, Perry meyakini, besaran inflasi dapat lebih rendah dari historis. Larangan kegiatan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan pola konsumsi masyarakat akan berubah. Di sisi lain, koordinasi Tim Pengendali Inflasi (TPI) di pusat dan daerah dipastikan berjalan dengan erat.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar