Yamaha

Ini Kegiatan yang Dibatasi Selama PSBB di Kota Cirebon

  Rabu, 06 Mei 2020   Erika Lia
sebagai ilustrasi -- petugas polisi mengatur arus lalu lintas bersamaan dengan PSBB di Bandung Raya. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Jawa Barat diberlakukan mulai Rabu (6/5/2020). Seluruh kegiatan pada tempat-tempat atau fasilitas umum pun dibatasi hingga 19 Mei 2020.

Apa saja kegiatan yang dibatasi pada fasilitas umum itu? Ini dia!

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Wilayah Kota Cirebon pada Pasal 12 ayat (1) Selama pemberlakuan PSBB, penduduk dilarang melakukan kegiatan dengan jumlah lebih dari lima orang di
tempat atau fasilitas umum.

Pada ayat (2), pengelola tempat atau fasilitas umum wajib menutup sementara tempat atau fasilitas umum untuk kegiatan penduduk selama pemberlakuan PSBB.

Ayat berikutnya membeberkan pengecualian dari larangan kegiatan di tempat atau fasilitas umum bagi segala kegiatan penduduk untuk memenuhi kebutuhan pokok dan/atau kebutuhan sehari-hari, memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan, obat-obatan dan alat kesehatan, serta melakukan kegiatan olahraga secara mandiri.

Pemenuhan kebutuhan pokok yang dimaksud meliputi seluruh kegiatan penyediaan, pengolahan, penyaluran dan/atau pengiriman lima macam.

Kelimanya masing-masing bahan pangan/makanan/minuman, energi, bengkel automotif mobil/motor (kecuali toko spare part), komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan dan sistem pembayaran, serta logistik.

Pemenuhan kebutuhan sehari-hari sendiri masih dapat diperoleh masyarakat pada penyediaan barang ritel, yang terdiri dari pasar rakyat, toko swalayan berjenis minimarket, supermarket, hypermarket, perkulakan/grosir dan toko khusus, baik
yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan, atau toko/warung kelontong. Selain itu, masyarakat pun tetap dapat beroleh pelayanan jasa binatu (laundry).

Namun begitu, diberlakukan pembatasan jam operasional bagi pelaku usaha. Pasar rakyat beroperasi pukul 04.00-12.00 WIB, toko minimarket, pukul 08.00-18.00 WIB, toko supermarket, hypermarket, dan perkulakan, pukul 09.00-18.00 WIB, dan bengkel automotif mobil/motor pukul 08.00-15.00 WIB.

Selain membatasi waktu operasional, pelaku usaha juga harus mengutamakan pemesanan barang secara daring dan/atau jarak jauh dengan fasilitas layanan antar.

Dalam kondisi seperti sekarang, pedagang pun dilarang menaikkan harga barang demi menjaga stabilitas ekonomi dan kemampuan daya beli
konsumen.

Ketentuan lain bagi pelaku usaha, di antaranya melakukan disinfeksi secara berkala pada tempat usaha, melakukan deteksi dan pemantauan suhu tubuh karyawan dan konsumen yang memasuki pasar/toko, serta memastikan karyawan yang bekerja tak demam ringan atau sakit.

Selain itu, pelaku usaha juga harus menerapkan pembatasan jarak antar konsumen (physical distancing) yang datang ke pasar/toko paling sedikit satu meter, dan tak menyediakan area tempat duduk (seating area), baik di dalam maupun di luar toko.

Setiap karyawan diingatkan mengenakan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja. Pelaku usaha dan konsumen pun harus tetap mencuci tangan dengan sabun dan/atau pembersih tangan, termasuk menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses konsumen dan karyawan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar