bank bjb
  

Sangat Dianjurkan, 3 Amalan Utama saat Puasa

  Kamis, 15 April 2021   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Sangat Dianjurkan, 3 Amalan Utama saat Puasa
ilustrasi. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Bahkan, dikatakan belum sempurna keimanan seorang tanpa rukun Islam keempat itu. Di dalam bulan Ramadan, semua amal ibadah dilipatgandakan, pintu-pintu surga terbuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup, dan terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Dengan puasa Ramadan, dosa-dosa seseorang pun akan diampuni. Maka dengan keutamaan itu, umat Islam sedianya harus berlomba-lomba untuk memperbanyak amal ibadah.

Ustaz Adi Hidayat Lc MA dalam ceramahnya menjabarkan, selama Ramadan, umat muslim sedianya tak hanya menahan lapar dan haus. Namun, lebih dari itu, alangkah baiknya jika dibarengi dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai umat.

Ustaz Adi menceritakan, semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umatnya mengenai tiga amalan yang bisa dilakukan saat Ramadan. Dai yang juga Direktur Quantum Akhyar Institute itu juga menyebut ada amalan utama di bulan Ramadan yang membuka peluang dosa-dosa diampuni, dibakar habis dengan amalan-amalan yang dikerjakan selama menunaikan ibadah puasa dengan sempurna, ikhlas dan tulus kepada Allah SWT.

"Hal terbaik yang bisa kita lakukan dalam menunaikan ibadah adalah mengikuti petunjuk Al-qur'an dengan cara meneladani praktik ibadah Rasulullah SAW. Ketika Anda bisa mengikuti, sesuai dengan Al-qur'an maka berpeluang menjadi teladan bagi diri kita sekaligus kita pun akan menjadi teladan bagi orang lain," kata Ustaz Adi melalui chanel YouTube pribadinya, Selasa (5/5/2020).

Ustaz adi menjabarkan, salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah memperbanyak sedekah. Mengutip Ibnu Abbas RA bahwa tidak ada kegiatan Nabi Muhammad SAW yang lebih maksimal saat Ramadan, kecuali memperbanyak sedekahnya.

"Amalan pertama yang ditampilkan Nabi Muhammad SAW yaitu sifat ramah, lembut dan dermawan atau gemar berbagi. Nabi SAW ingin mencontohkan, seharusnya puasa itu melatih kita menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.

Apalagi menurut Ustaz Adi, puasa tahun ini sejatinya berbeda dari suasana puasa tahun-tahun sebelumnya. Mulai awal tahun 2020 dunia telah diguncang pandemi Covid-19. Dampak Covid-19 ini membuat roda perekonomian masyarakat tersendat.

Ramadan ini pun menjadi momentum tepat untuk membudayakan berbagi. Individu yang mampu sudah selayaknya tergugah untuk memberikan sebagian rezekinya untuk orang yang ekonominya kurang dan tidak bisa bekerja akibat Covid-19.  Sebab Pada hakikatnya puasa adalah melatih diri tentang kepekan berbagi pada sesama.

"Ramadan akan memilih orang-orang terbaik untuk bisa berbagi. Apalagi dalam situasi saat ini, mungkin sebagian kehilangan pekerjaan, sebagaian orang kesulitan makan. Di situasi ini puasa melatih kepekaan untuk melihat siapa tetangga kita yang mungkin kita bisa berbagi dengannya. Satu tanda seseorang menjadi baik terlihat dengan amalan puasanya salah satunya ketika dia bisa berbagi dengan orang sekitarannya," kata Ustad Adi.

Selain itu, amalan utama yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat bulan Ramadan adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas salat. Maksudnya umat senantiasa memperbanyak jenis salat yang dilakukan di samping mengerjakan salat fardu 5 waktu. Dengan mengerjakan salat-salat sunah baik siang dan malam. Misalnya, mengerjakan tahajud, salat Duha, salat sunah rawatib atau salat sunah lainnya.

Menurut ustaz Adi, salat juga menjadi amalan yang dampaknya akan terlihat pada perubahan positif dalam perilaku seseorang. Pasalnya, Orang yang tidak pernah meninggalkan salat akan dijauhkan dari keburukan yang bersumber dari syahwat dan dijauhkan pula dari keburukan nafsu perut hingga nafsu akal.

"Puasa mencoba mengarahkan kita untuk meningkatkan satu amalan, yang sinyal amalan itu bisa menghancurkan peluang perilaku buruk. Amalannya ya salat. Amalan ini melatih kedekatan kita dengan Allah sehingga Allah memberikan perisai pada diri kita."

"Perisai ini diberikan untuk orang yang rajin ibadahnya. Dan perisai itu yang menghambat perbuatan maksiat masuk ke dalam diri kita. Karena itu orang yang rajin ibadah khususnya salat akan kuat perisai pada dirinya. Dan kemungkinan besar orang ini akan selalu berprilaku baik dalam kehidupannya," ucap Ustaz Adi.

Selain itu, ustaz Adi Hidayat menyampaikan amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah memperbanyak interaksi dengan Al-qur'an yaitu dengan memperbanyak bacaan, memahami makna yang dikandung, dan menghafal ayat-ayatnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu keistimewaan pada bulan Ramadan karena pada bulan inilah kitab suci umat Islam, Al-qur'an diturunkan. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW selalu memperbanyak berinteraksi dengan Al-qur'an selama Ramadan.

"Amalan ini menurut sebagai ulama sebagai amalan penentu orang yang memang memdapatkan manfaat dari Ramadan. Jadi kalau gak mengerjalan amalan ini seakan-akan dia gak mendapat manfaat Ramadan. Karena Ramadan disebut dengan bulan diturunkannya Al-qur'an. Saking pentingnya Al-qur'an, Nabi Muhammad SAW tak pernah kehilangan satu harinya kecuali beliau berinteraksinya dengan al-qur'an. 30 harinya selesai 30 zuz," kata Ustaz Adi.

Karena itu, Ustaz Adi menyampaikan, sangat rugi jika seseorang tidak memanfaatkan bulan ini dengan berlomba-lomba dalam mengerjakan amalan-amalan kebaikan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebab di bulan yang penuh berkah, hikmah, dan ampunan ini, setiap amal kebaikan seorang muslim akan dilipatgandakan nilai pahalanya oleh Allah SWT.

"Karena itu pastikan dulu di hari ini amalan pertama sudah baik belum? Ada perubahan gak pada kepribadian kita? Jangan-jangan masih belum terasa. Kalau belum terasa perubahannya berarti belum sukses Ramadannya. Esok kalau maaih hidup buktikan, terus coba buktikan. Tapi kalau berhari-hari belum ada perubahan mau berubah, Anda butuh berapa hari lagi, kan belum tentu kita hidup esok hari."

"Karena itu setiap diberikan peluang ayo maksimalkan. Minimal jadilah pribadi yang senang berbagi. Dan lebih dari itu jaga salat kita karena ini yang menentukan semua amalan kita. Dan amalan itu yang pertama dihisab di hadapan Allah SWT, demikian juga untuk amalan tadarus Al-qur'an," ujarnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar