Yamaha

Jokowi Minta Pemda Bahas Kemungkinan Salat Idulfitri Digelar

  Selasa, 12 Mei 2020   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi salat idulfitri. (Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan mengikuti arahan Presiden RI Joko Widodo soal kemungkinan pelaksanaan Salat Idulfitri di wilayah Jabar. Hal tersebut didiskusikan dalam video conference rapat terbatas (ratas) evaluasi pelaksanaan PSBB bersama kepala daerah lainnya, Selasa (12/5/2020).

Dalam ratas tersebut, Emil, sapaan Ridwan Kamil menyebutkan bahwa presiden berpesan agar pemerintah daerah dapat melakukan diskusi lebih lanjut dengan para ulama untuk menentukan kriteria urgensi pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini. Bila hasil diskusi menunjukan adanya penurunan situasi kedaruratan, maka tidak menutup kemungkinan beberapa daerah di Jabar salat Idulfitri dengan memerhatikan protokol kesahatan.

“Arahan presiden terkait Idulfitri, meminta daerah melakukan diskusi dengan ulama untuk menentukan kriteria-kriteria (situasi kedaruratan) ini. Lebaran bisa berlangsung normal berbasis jarak atau tetap tidak dilakukan dengan alasan kedaruratan,” ungkap Emil.

“Tapi kalau sudah secara ilmiah tidak ada ancaman kedaruratan lagi, ibadah bisa disarankan kembali ke normal dengan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Meski demikian, Emil mengatakan hal tersebut sangat bergantung dari hasil evaluasi PSBB Jabar. Nantinya, setiap daerah akan dibagi ke dalam lima level, dimana level lima adalah level terburuk dan level pertama level teraman dari Covid-19.

"Pelonggaran ini akan muncul setelah status level masing-masing daerah keluar. Kalau sebuah desa sudah di level 2, berarti boleh jumatan dan salat Idulfitri tetapi jaga jarak. Kalau masih di level 4 peraturan sama seperti pada saat PSBB," ungkapnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar