Yamaha

Percantik Eksterior Rumah Jelang Lebaran, Jasa Buruh Bangunan Banyak Diburu

  Jumat, 22 Mei 2020   Erika Lia
Seorang buruh bangunan sedang mengecat bagian atap rumah di Kabupaten Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

WERU, AYOCIREBON.COM -- Memperbarui tampilan eksterior rumah menjelang lebaran menjadi tren bagi sebagian kaum ibu di Kabupaten Cirebon. Jasa tukang pun banyak dibutuhkan pada momen ini.

Wangi cat baru menguar dari sebuah rumah di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Cat dinding dan pagar rumah dominan warna hijau itu tampak kinclong.

"Habis dicat hampir semua bagian dinding rumah dan pagar. Cuma memperbarui saja," ungkap pemilik rumah, Juju (60).

Juju mengaku mempercantik tampilan rumahnya karena mendekati lebaran. Setelah beberapa tahun lamanya tanpa sentuhan pembaruan, dirinya menghendaki tampilan rumah yang lebih segar pada Idulfitri nanti.

Memperbarui tampilan tak hanya dia lakukan pada eksterior rumahnya saja. Dia pun turut menyiapkan beberapa barang untuk mempercantik interior rumahnya.

Meski tahun ini kemungkinan tak ada tamu yang akan bersilaturahmi ke rumah akibat Covid-19, perempuan beranak tiga dan bercucu satu orang ini merasa puas telah memperbarui tampilan rumahnya.

"Mungkin enggak ada tamu yang datang seperti lebaran-lebaran sebelumnya, tapi perasaan lebih segar dan lega dengan tampilan rumah yang sudah diperbarui," ucapnya.

Bukan menjelang lebaran kali ini saja Juju memperbarui tampilan rumahnya. Beberapa tahun lalu ketika anak-anaknya masih bocah, dia pun pernah melakukannya.

Dia mengaku, sang ibu pun dulu tak jarang memperbarui tampilan eksterior rumahnya menjelang lebaran. Biasanya, hal itu dilakukan sekaligus dengan perbaikan pada beberapa bagian yang rusak, seperti genting bocor, lantai rumah yang retak, dan lainnya.

"Jadi, pas lebaran rumah terasa seperti baru," ujarnya.

Situasi itu sendiri diakui Nana (35), seorang buruh bangunan asal Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Jasanya kerap ramai dipesan para pemilik rumah pribadi setiap menjelang lebaran.

"Dari sebelum bulan puasa biasanya banyak yang minta bantuan, mulai mengecat dinding rumah bagian dalam dan luar, atap rumah, sampai pagarnya," ungkapnya, Jumat (22/5/2020).

Nana sendiri sudah menjadi buruh bangunan sejak dirinya lulus SMP pada 1990an. Sejak itu, dirinya sudah melanglang buana hingga Sumatera.

Di awal profesinya, Nana sudah membantu pengerjaan beragam proyek bangunan, seperti gedung bertingkat untuk perkantoran hingga pemukiman.

Namun, sejak sekitar 2010 pria beranak dua ini sudah tak lagi 'mengembara' dengan pertimbangan keluarga. Ketika itulah dia mulai menawarkan jasanya secara pribadi.

"Kadang sama teman, kadang sendiri (menangani bangunan rumah)," ujarnya.

Nana menyebut tarif atas jasanya berkisar Rp100.000-Rp120.000 tergantung kesepakatan. Di antara tarifnya itu, tak jarang pemilik rumah menyajikan makanan untuknya kala beristirahat selama satu jam setiap pukul 12.00-13.00 WIB.

"Mulai kerja pukul 08.00 WIB, selesai pukul 16.00 WIB," tandasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar