Yamaha

Awan Gelap Sektor Pariwisata Kota Cirebon, Objek Wisata dan Hotel Urung Raup Untung

  Minggu, 24 Mei 2020   Erika Lia
Hotel Santika di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kota Cirebon, lengang saat Idulfitri di tengah pandemi Covid-19. (ayocirebon/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Awan gelap masih menggayuti sektor pariwisata di Kota Cirebon pada Idulfitri 1441 H/2020.

Bila pada tahun-tahun sebelumnya objek wisata ramai didatangi, tahun ini sejumlah objek wisata di Kota Cirebon cenderung sepi. Beberapa lokasi bahkan masih tutup.

Tak ubahnya dengan objek wisata, perhotelan pun urung meraup untung. Lebaran yang biasanya jadi momen high season, tingkat hunian tahun ini justru anjlok.

"Di tengah pandemi sekarang, apalagi dengan adanya PSBB, tingkat hunian hotel jauh merosot dibanding periode lebaran biasanya yang bisa mencapai 100%," ungkap Public Relations Hotel Santika Cirebon, Chicko Handoyo kepada Ayocirebon.com.

Pihaknya memprediksi kemerosotan tingkat hunian tahun ini hingga lebih dari 50%.

Penurunan telah terjadi sejak akhir Maret lalu, ketika Covid-19 menyeruak ke tengah piblik.

"Terutama ketika warga Jakarta tidak boleh keluar kota," tambahnya.

Sekalipun begitu, bukan berarti semakin waktu penurunan tingkat hunian semakin parah. Chicko menyebut, sejak awal Mei, penurunan bersifat stabil.

Kondisi itu tak lepas pula dari pelonggaran yang telah dilakukan sebagian otoritas terkait, seperti dibukanya kembali moda transportasi umum.

Meski kebijakan itu berlaku bagi orang-orang tertentu dan dengan syarat mengikat, dia meyakinkan, kebijakan itu telah membantu bisnis perhotelan merangkak bangkit.

Di tengah keterpurukan, pihaknya tetap menyiapkan promo untuk menarik pengunjung, salah satunya promo via website mysantika.com dengan harga mulai Rp600.000 dari harga publish Rp1,2 juta.

"Nanti pada periode setelah lebaran pun, akan ada promo yang diikuti seluruh hotel dalam jaringan Santika Indonesia Hotels & Resorts," cetusnya.

Dia pun memastikan, hotelnya memberlakukan prosedur untuk menerima tamu yang menyesuaikan protokol pencegahan Covid-19, seperti ketersediaan bak cuci tangan di area lobi dan restoran, hand sanitizer di lift, pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer tembak, hingga penyemprotan cairan disinfektan secara reguler.

Sementara itu, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyebut, semua objek wisata yang dikelola Kesultanan Kasepuhan Cirebon tutup pada lebaran ini.

"Tutup semua, sudah lebih dari dua bulan," katanya.

Keraton Kasepuhan Cirebon diketahui mengelola sejumlah objek wisata yang tersebar se-Wilayah Cirebon, seperti di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, maupun Kabupaten Kuningan.

Selain Keraton Kasepuhan, objek wisata yang dikelola pihaknya antara lain, Taman Goa Sunyaragi, Astana Gunung Jati, Telaga Remis, Telaga Biru Kaduela, Plangon, dan lainnya.

Arief memastikan, penutupan objek-objek wisata itu telah menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.(erika lia)


 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar