Yamaha

Pembatalan KA Reguler Diperpanjang, Berikut New Normal ala KAI

  Senin, 01 Juni 2020   Erika Lia
ilustrasi kereta api. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon resmi memperpanjang pembatalan seluruh perjalanan Kereta Api (KA) Reguler hingga 30 Juni 2020.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif meyakinkan, pembatalan bersifat sementara. Langkah itu diambil sebagai dukungan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Pembatalan diperpanjang sampai 30 Juni 2020 untuk KA regular jarak jauh dan menengah, baik menuju arah barat (Jakarta, Bandung), menuju timur (Semarang, Surabaya), maupun menuju selatan (Purwokerto, Yogyakarta, Madiun)," tuturnya, Senin (1/6/2020).

Sebelumnya, PT KAI (Persero) menerapkan pola pembatalan sementara perjalanan KA sampai 31 Mei 2020. Dia menjanjikan, pembatalan perjalanan akan terus dievaluasi dengan mengikuti perkembangan di lapangan.

Di sisi lain, pihaknya pula telah menyiapkan pedoman New Normal dalam pelayanan kepada pelanggan, baik pada bisnis angkutan penumpang dan barang.

New normal KAI ini merupakan bentuk adaptasi pelayanan perkeretaapian dengan mengurangi kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan.

"Pedoman ini dibuat untuk melindungi pegawai dan pelanggan kami dari kemungkinan terpapar Covid-19 pada masa new normal," terangnya.

Pedoman new normal itu mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Pedoman ini rencananya diaplikasikan kala KA Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi. Saat ini, pihaknya masih menunggu arahan Kementerian Perhubungan dan terus memperhatikan perkembangan penerapan PSBB di berbagai daerah.

Dalam penerapan new normal ini, pemesanan tiket hanya dapat dilakukan secara daring/online melalui aplikasi KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lain.

"Loket ya hanya difungsikan untuk pembelian go show, tiga jam sebelum jadwal Keberangkatan," tambahnya.

Saat memasuki area stasiun, masyarakat wajib mengenakan masker dan bersuhu tubuh kurang dari 37,3° C. Pada proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas penumpang kepada petugas boarding.

Seusai diperiksa, penumpang melakukan scan tiket secara mandiri. Luqman meyakinkan, langkah itu untuk meminimalisasi kontak fisik antara penumpang dan petugas.

Selama perjalanan, selain masker, penumpang diharuskan pula mengenakan face shield yang disediakan KAI. Face shield itu wajib dikenakan penumpang hingga keluar dari area stasiun kedatangan.

Guna memastikan kesehatan penumpang, petugas pun akan mengukur suhu badan penumpang di atas KA tiga jam sekali. Bila ada penumpang yang kedapatan bersuhu badan 37,3° C atau lebih dan mengalami gejala Covid-19, yang bersangkutan akan dipindah ke ruang isolasi di atas kereta.

"Bila kondisi penumpang perlu penanganan segera, kami akan menghubungi dokter atau petugas kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan," ujarnya.

Untuk menjamin kebersihan selama perjalanan, petugas rutin membersihkan objek-objek yang sering terpegang tangan setiap 30 menit sekali secara bergantian. Objek seperti pegangan pintu, pengunci pintu, keran air, tombol flush toilet, sandaran tangan, meja lipat, dan lainnya, dibersihkan menggunakan pembersih yang mengandung disinfektan.

Dia menambahkan, dalam melayani pelanggan pada new normal, petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang, dibekali APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield.

Petugas tersebut antara lain petugas loket, customer service, petugas boarding, kondektur, Polsuska, pramugari kereta, dan petugas kebersihan di atas kereta.

"Petugas juga kami lengkapi APD agar memberi rasa aman kepada para pelanggan yang dilayani petugas kami," cetusnya.

Pihaknya menjamin kebersihan kereta dan fasilitas stasiun secara intensif karena pembersihan berkala dilakukan menggunakan bahan pembersih yang mengandung disinfektan.

Fasilitas higienitas berupa wastafel portabel dan cairan pembersih tangan disediakan pula di titik-titik yang mudah dijangkau penumpang.

"Kami mengimbau para penumpang tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, mencuci tangan, membawa hand sanitizer pribadi, menjaga kesehatan, melaksanakan ola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta tak ragu melapor kepada petugas jika tiba-tiba merasa tak sehat," pesannya.

Selain angkutan penumpang, KAI juga menerapkan pedoman new normal untuk angkutan barang, seperti jaga jarak fisik (physical distancing) di loket pelayanan barang, penyediaan wastafel portabel dan cairan pembersih tangan, menjaga kebersihan fasilitas angkutan barang, memeriksa barang-barang yang akan diangkut secara mendetail, serta mewaspadai setiap kiriman hewan dan atau kiriman lain yang berpotensi membahayakan kesehatan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar