Yamaha

Dana Hibah Kampung Wisata di Kota Cirebon Ditangguhkan Akibat Covid-19

  Selasa, 09 Juni 2020   Erika Lia
ilustrasi wisata. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KESAMBI, AYOCIREBON.COM -- Program Kampung Wisata di Kota Cirebon ditangguhkan. Pemprov Jawa Barat batal mengalokasikan dana hibah untuk perwujudannya.

Dua kampung di Kota Cirebon telah diproyeksikan sebagai kampung wisata yang mendukung sektor pariwisata Kota Cirebon, masing-masing di RW 10 Kanoman Utara, Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, dan Kampung Bendakerep di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.

Dukungan datang dari Pemprov Jabar yang tahun lalu berencana menghibahkan dana untuk pembangunan fisik maupun non fisik kedua kampung tersebut.

Sayang, pandemi Covid-19 membuyarkan rencana itu. Pemprov Jabar diketahui batal mengalirkan dana hibah yang sebelumnya diproyeksikan untuk program kampung wisata.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon, Agus Suherman membenarkan penangguhan program kampung wisata di Kanoman Utara dan Bendakerep.

"Betul, sejak wabah Covid-19 kegiatan kampung wisata ditangguhkan," ujarnya kepada Ayocirebon.com, Selasa (9/6/2020).

Pemprov Jabar sedianya telah mengalokasikan dana hibah Rp10 miliar bagi kedua kampung.

Setiap satu kampung beroleh Rp5 miliar untuk perwujudan sebuah lokasi yang menarik atensi pelancong dan menaikkan kunjungan wisatawan.

Meski begitu, imbuhnya, dana hibah tersebut belum sampai masuk ke APBD Kota Cirebon.

"Anggarannya belum masuk ke APBD kota, jadi sementara kegiatan ditangguhkan," terang mantan Camat Harjamukti ini.

Kepala Bidang Pariwisata DKOKP Kota Cirebon Wandi Sofyan mengutarakan, di tengah proses pengajuan dana hibah, tanpa disangka Covid-19 mewabah.

"Ketika kami masih berkoordinasi (soal program kampung wisata), kami menerima informasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jabar, ada refocusing anggaran terkait penanganan Covid-19. Kegiatan harus ditangguhkan," ungkapnya.

Padahal, detail engineering design (DED) untuk kedua kampung telah rampung. Pihaknya tinggal menanti dana hibah cair sebelum kemudian menata kampung wisata.

Dana hibah dari provinsi itu rencananya dialokasikan untuk pembangunan fisik, termasuk pula pemberdayaan masyarakat sekitar.

Dia mengaku, belum dapat memastikan sampai kapan penangguhan program kampung wisata berlaku. Pihaknya menanti informasi lebih jauh dari pemprov.

"Kami masih menunggu informasi lebih jauh," kata mantan Kepala Sub Bagian Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon ini.

Pihaknya memastikan, telah menyampaikan ihwal penangguhan program kampung wisata kepada yang terkait, baik di Kanoman Utara maupun Bendakerep.

Wandi meyakinkan, dana hibah dari provinsi untuk sektor pariwisata hanya untuk penataan kampung wisata.

"Untuk di Kota Cirebon hanya pembangunan sektor pariwisata yaitu pembangunan kampung wisata saja. Sektor lain tak ada," cetusnya.

Covid-19 telah memaksa pihaknya pula memangkas banyak kegiatan dalam rangka refocusing anggaran untuk penanganan wabah penyakit menular ini.

Sejumlah kegiatan yang dibatalkan di antaranya even-even pariwisata yang tak bisa dilaksanakan karena berpotensi mengumpulkan massa seperti Pemilihan Jaka-Rara, pembenahan fisik objek pariwisata, hingga promosi pemasaran pariwisata.

Dengan banyaknya kegiatan yang dibatalkan, salah satu fokus utama yang masih dilakukan pihaknya berupa pemulihan sektor pariwisata di tahun depan.

"Fokus kami sekarang memulihkan pariwisata untuk tahun depan, salah satunya memperkuat aplikasi Wis Takon. Melalui aplikasi ini, publik dapat mengakses kegiatan-kegiatan pariwisata secara virtual," bebernya.

Selain penguatan aplikasi itu, kegiatan rutin lain yang masih dipertahankan berupa pendataan kunjungan wisatawan. Meski sudah dipastikan terjadi penurunan hebat, pendataan tetap diperlukan.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar