Yamaha

Ahli Statistik Prediksi Covid-19 Indonesia Berakhir September

  Senin, 15 Juni 2020   Suara.com
[Kartun Gag] Lawan Korona dengan Berjemur di Bawah Sinar Matahari karya Agus Eko Santoso. (Ayosemarang.com)

SURABAYA, AYOCIREBON.COM -- Ilmuwan Statistik Universitas Kristen Petra (UK Petra) Indriati Njoto Bisono mempredisi akhir pandemi virus corona Covid-19 mewabah di Indonesia pada September 2020.

Indriati menyampaikan hal tersebut dalam wawancara yang ditayangkan di program Apa Kabar Indonesia Pagi di TvOne, Sabtu (13/6/2020).

Indriati mengakui, prediksi ini awalnya merupakan proyek salah satu mata kuliah. Ia bersama rekannya mengerjakan proyek tersebut.

"Kami melakukan penelitian ini sejak sebulan yang lalu. Pertamanya, ini memang sebagai project untuk salah satu mata kuliah, tapi setelah itu kami merasa project ini bisa diseriusin," ungkap Indriati, dilansir Suara.com, Senin (15/6/2020).

Prediksi pandemi virus corona di Indonesia berakhir bulan September 2020 dikeluarkan oleh ilmuwan Program Business Engineering UK Petra Surabaya.

Data yang dipakai berasal dari Kementerian Kesehatan,dan situasi pandemi seluruh dunia. Kedua ilmuwan itu juga menyebut pandemi di Surabaya, Jawa Timur akan berakhir lebih cepat, yaitu Agustus 2020.

"Jadi kami berdua sebagai dosen terlibat secara serius. Kami juga ingin memberikan sedikit pencerahan kepada masyarakat," kata Indriati.

Dengan prediksi semacam ini, Indriati sadar akan timbul sorotan bahkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Indriati menjelaskan, ia dan rekannya bukan memberikan suatu pernyataan yang final.

Hasil penelitian yang dikerjakan mereka masih berupa prediksi. Karenanya, data yang masuk dapat berubah seiring perkembangan terbaru pandemi covid-19 di Indonesia.

"Yang kami lakukan adalah yang disebut predictive-monitoring. Artinya prediksinya akan berubah setiap saat jika data baru masuk," ujar Indriati menjelaskan.

Ia menambahkan, "Setiap kali data itu akan bertambah terus. Data yang bertambah itu akan mengubah parameter-parameter dari prediksi kami."

Menurut Indriati, apabila data yang masuk mengalami kestabilan maka prediksinya tidak akan menyimpang jauh. Hal ini juga dapat terjadi meskipun data yang masuk dengan angka tinggi.

"Saya sudah melihat data ini setiap hari dari sebulan yang lalu. Saya bisa merasakan bahwa, meskipun ini predictive-monitoring, ada data yang masuk saja bisa mengubah prediksinya," kata Indri.

"Kemudian kalau data itu sudah lebih stabil, maka prediksinya itu tidak akan berubah lebih jauh," imbuhnya.

Pada akhir wawancara, Indriati mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar berpengaruh besar untuk membuat pandemi berakhir lebih cepat.

"Saya kira sebaiknya kita mesti agak hati-hati juga. Nanti akan terlihat bahwa ada perubahan policy data itu akan berbicara kepada kita," ujarnya

Ia berpendapat kalau ada perubahan kebijakan pemerintah pasti akan berpengaruh kepada data dan prediksi berakhirnya pandemi covid-19.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar