Yamaha

Harga Garam Rendah Turunkan Minat Petambak Garam di Jabar

  Senin, 22 Juni 2020   Erika Lia
Ilustrasi petani garam. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

PANGENAN, AYOCIREBON.COM -- Rendahnya harga garam pada 2019 menurunkan minat petambak di sejumlah kabupaten untuk mengolah lahannya pada musim produksi garam 2020.

Ketua Asosiasi Petani Garam (Apgasi) Jawa Barat M Taufik menyebutkan, dari sekitar 5.500 luas tambak garam di Jabar, sebagian tersebar di Cirebon dan Indramayu. Menjelang musim produksi 2020, belum ada petambak di Cirebon yang menggarap lahannya.

"Di Cirebon belum ada, paling baru 1-2 petambak di Losarang, Kabupaten Indramayu saja," ungkapnya, Senin (22/6/2020).

Dia menjelaskan, minat petambak garam yang rendah kala menyambut musim produksi tahun ini tak lepas dari buruknya harga garam sepanjang 2019 hingga pertengahan 2020.

"Harga garam rendah, petani jadi rugi. Itu sebabnya minat petambak turun," ujarnya.

Pada 2019, imbuhnya, harga garam di tingkat petambak berkisar Rp150-Rp 200 per kilogram. Selain itu, banyak garam milik petambak yang tak terserap.

Minimnya penyerapan garam akibat rendahnya kualitas garam yang diproduksi petambak. Kualitas garam yang dihasilkan akhirnya tak bisa memenuhi kualitas garam yang dibutuhkan konsumen.

Sekalipun pemerintah telah memberi bantuan geo membran demi menghasilkan garam berkualitas tinggi nan putih dan bersih, sayangnya tak disertai sosialisasi ihwal manfaat maupun bimbingan teknis penggunaannya kepada petambak.

"Petambak jadi tak tahu manfaat dan cara menggunakannya, jadi malah ada yang menjualnya (geo membran)," cetusnya.

Tak hanya dijual, sebagian petambak lain memanfaatkannya untuk keperluan lain yang tak berhubungan sebagaimana harapan awalnya. Alhasil, target peningkatan kualitas garam pun tak tercapai.

Meski pada 2019 mengecewakan petambak, saat ini harga garam di tingkat petambak diketahui meningkat dengan kisaran Rp450-Rp600 per kilogram. Harga itu bergantung pada kualitas garam yang dihasilkan.

Hanya, sambungnya, harga itu tetap terbilang rendah. Idealnya, pada musim di mana produksi garam belum dimulai, harga garam bisa mencapai Rp800 per kilogram.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar