Yamaha

3 Kelurahan di Kota Cirebon Jadi Proyek Percontohan Bersih Narkoba

  Sabtu, 27 Juni 2020   Erika Lia
Pembubuhan tanda tangan sebagai komitmen bersama atas pemberantasan narkoba. (Istimewa)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Sebanyak 3 kelurahan di Kota Cirebon menjadi proyek percontohan Kelurahan/Desa Bersinar atau Bersih Narkoba.

Ke-3 kelurahan itu masing-masing Drajat, Kesambi, dan Harjamukti. Kelurahan lain yang berada di lima kecamatan se-Kota Cirebon diproyeksikan menyusul kemudian.

Program Bersinar diluncurkan dan disepakati sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dari bahaya narkoba bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI).

Di Jawa Barat, total 35 desa/kelurahan yang menjadi proyek percontohan Bersinar.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon, Yaya Satya menyebutkan, Kota Cirebon memerlukan tempat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. Tempat semacam ini belum ada di Jawa Barat.

"Jadi, kalau Kota Cirebon mau membangun, akan jadi kota pertama di Jabar yang punya tempat rehabilitasi," tuturnya.

Merehabilitasi pengguna merupakan hal lain yang dilakukan pihaknya, di samping memberantas peredarannya.

Dalam kasus narkoba sendiri, terdapat tiga kelompok, masing-masing pencari keuntungan dari penjualan narkoba, pengguna, serta pengguna dan pemakai.

"Kelompok pertama adalah mereka yang murni memasarkan narkoba, tapi tidak menggunakannya. Maka, ketika mereka diperiksa, hasilnya negatif," katanya.

Kelompok kedua atau penggunalah yang sesungguhnya menjadi korban peredaran narkoba. Pun begitu dengan kelompok ketiga.

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat menyuarakan STOP penyalahgunaan narkoba untuk menyelamatkan anak bangsa dan memulihkan korban penyalahguna narkoba.

Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati mengungkapkan, peredaran narkoba di Kota Cirebon masih menjadi salah satu bahaya yang diwaspadai. Salah satu alasannya karena kota ini merupakan daerah perlintasan.

"Kota Cirebon merupakan daerah perlintasan yang banyak dilewati orang. Makanya, beresiko menjadi kawasan peredaran narkoba," katanya.

Generasi muda menjadi fokus perhatian pihaknya dalam upaya mencegah peredaran narkoba. Pihaknya tak menghendaki anak-anak hingga remaja terkontaminasi pengaruh narkoba.

Dia mengingatkan, bahaya narkoba mengancam potensi masa depan seseorang, bahkan bangsa. Untuk memeranginya, dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas banyak pihak.

"Saya dan kita semua pasti sedih ketika anak-anak mengonsumsi narkoba," katanya.

Program Bersinar sendiri dipandang sebagai terobosan positif yang dapat mendorong kelurahan lain menjalankannya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar