Yamaha

Sempat Zero Case, 4 Kasus Positif Ditemukan di Kota Cirebon Jelang AKB

  Sabtu, 27 Juni 2020   Erika Lia
KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Memasuki AKB, 4 kasus positif tercatat di Kota Cirebon. Otoritas kesehatan setempat berjanji, uji swab akan terus dilakukan sepanjang fase baru.
 
Kota Cirebon sempat mencatatkan zero case jelang pertengahan Juni lalu. Namun selang beberapa lama, ditemukan kembali empat kasus positif terbaru.
 
Temuan itu menambah jumlah kasus positif di Kota Cirebon menjadi 14 pasien. Ke-4 pasien yang baru sampai kini masih dalam pengawasan medis.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto mengemukakan, dari ke-4 kasus itu, tiga pasien di antaranya berasal dari kluster perumahan di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. 
 
"Sebanyak 2 kasus dari kluster perumahan di Sunyaragi," ungkapnya.
 
Dari 2 kasus itu, hasil penelusuran pihaknya menemukan 26 orang yang berkontak erat dengan pasien. Dalam sebuah uji swab terhadap para kontak yang belakangan jumlahnya berkembang menjadi 64 orang, seorang di antaranya diketahui positif.
 
"Jumlahnya jadi tiga (dari kluster perumahan Sunyaragi)," cetusnya.
 
Bersamaan dengan itu, pihaknya menerima pasien rujukan dari salah satu rumah sakit swasta di Kota Cirebon, saat digelarnya rapid test massal di Kantor Diklat KKB BKKBN Kota Cirebon beberapa waktu lalu.
 
Hasil rapid test yang bersangkutan reaktif. Pun begitu dengan hasil uji swab yang dilakukan kemudian, menunjukkan sang pasien asal Pamitran, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu positif Covid-19.
 
"Sementara ini dari hasil penelusuran, (pasien asal) Pamitran ini kemungkinan, katakanlah spreadernya, ada di pelayanan atau fasilitas kesehatan di rumah sakit swasta tadi," bebernya.
 
Selain 14 pasien positif, Kota Cirebon juga mencatatkan 12 PDP, 352 ODP, dan 98 OTG.
 
Saat ini, Kota Cirebon sendiri tengah bersiap menerapkan fase AKB. Edy menilai, AKB membuka peluang penyebaran Covid-19.
 
Karenanya, dia memastikan, uji swab dan rapid test akan digelar selama AKB untuk melokalisir kasus Covid-19.
 
"Kesiagaan tim medis akan lebih tinggi di masa AKB nanti. Makanya, tes swab secara masif akan terus dilakukan," tegasnya.
 
Sementara itu diketahui, AKB hanya akan berlaku di kelurahan atau kecamatan yang nihil kasus positif Covid-19.
 
"Untuk kelurahan atau kecamatan dengan kasus positif Covid-19 akan diterapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Regulasi teknisnya nanti termuat dalam peraturan wali kota," terang Asisten Pemerintahan Bidang Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Sutisna.
 
Dia menjelaskan, dalam AKB berlaku aturan karantina skala mikro bila kelak ditemukan kasus di sejumlah tempat, seperti pusat perbelanjaan, rumah ibadah, atau lainnya.
 
Khusus tempat hiburan, izin operasional selama fase AKB akan diperiksa rinci. Pihak pengelola harus siap menerapkan protokol kesehatan dan menyediakan peralatan pendukungnya.
 
"Pemkot akan memeriksa langsung kesiapan pengelola tempat hiburan. Kalau ditemukan kasus positif, akan langsung ditutup dan berlaku PSBM," tegasnya.
 
Terkait perubahan fase ini, pihaknya pun akan mengusulkan perubahan aturan ke DPRD Kota Cirebon, terutama ihwal dana cadangan dan aturan AKB lainnya

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar