Yamaha

Kisruh Keraton Kasepuhan Cirebon, Wali Kota Tolak Turut Campur

  Selasa, 30 Juni 2020   Erika Lia
ilustrasi -- wisatawan di Keraton Kasepuhan Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menolak turut campur dalam isu pengambilalihan tahta Sultan Sepuh di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Meski begitu, bila memang harus, Pemkot Cirebon hanya akan bertindak sebagai fasilitator. Dia meminta semua pihak yang terlibat dalam persoalan ini tak menimbulkan kegaduhan dan persoalan baru di Kota Cirebon.

"Ini masalah internal keraton, kami (Pemkot) tak bisa ikut campur," ungkapnya menanggapi kisruh Keraton Kasepuhan Cirebon, Selasa (30/6/2020).

Azis sendiri diketahui sempat menerima kunjungan Rahardjo, pria yang mengklaim sebagai cucu Sultan Sepuh XI dan merasa berhak atas tahta Sultan Sepuh XIV kini.

Pria yang datang dari Jakarta itu mengaku sebagai putra pertama dari anak perempuan kedua hasil pernikahan Sultan Sepuh XI dengan istri keduanya, Nyi Mas Rukiah.

Rahardjo sempat merekam pernyataannya atas pengambilalihan tahta di Keraton Kasepuhan. Dia bahkan melakukan sejumlah tindakan, di antaranya mengunci ruangan Dalem Arum, tempat Sultan Sepuh biasa menerima tamu penting, hingga menurunkan foto diri Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Arief Natadiningrat dan permaisuri, Raden Ayu Syarifah Isye.

Video berisi aksi Rahardjo yang menyebar via aplikasi perpesanan WhatsApp pada Minggu (28/6/2020) sempat menghebohkan publik Cirebon.

Azis mengingatkan, kegaduhan baru tak perlu kembali mencuat di tengah khalayak ramai. Di luar persoalan yang melingkupi saat ini, imbuhnya, keraton tetap salah satu aset sejarah dan cagar budaya yang harus dilindungi.

AYO BACA : Dianggap Sebarkan Hoaks, Sultan Sepuh Arief Nilai Rahardjo Layak Dipolisikan

"Pesan saya hanya tetap jaga kondusivitas. Jangan ada hal-hal yang membuat gaduh sampai merugikan," tegasnya.

Sementara, salah seorang kerabat Rahardjo yang turut mendampingi saat pertemuannya dengan Azis di rumah jabatan wali kota Cirebon, Senin (29/6/2020) malam, Elang Heri mengemukakan, pertemuan mereka dengan wali kota untuk bersilaturahmi.

Di sisi lain, mereka pun menjelaskan situasi di Keraton Kasepuhan dengan alasan mencegah kabar simpang siur.

"Hanya silaturahmi dan menjelaskan kabar," ujarnya singkat.

Sementara itu, permasalahan keraton tak banyak memengaruhi publik yang tertarik dengan keraton. Atensi wisatawan dinilai tak terdampak isu pengambilalihan tahta.

"Tidak memengaruhi wisawatan yang datang ke sini," ungkap seorang pemandu keraton, Rudi.

Menurutnya, wisatawan masih tetap menaruh minat pada kekayaan budaya yang ada pada keraton. Para pemandu pun tak ikut campur dalam masalah ini.

"Fokus kami memandu wisatawan. Itu (isu pengambilalihan tahta) masalah internal, kami enggak bisa ikut campur," cetusnya.

AYO BACA : Keraton Kasepuhan Cirebon Diguncang Isu Pengambilalihan Tahta


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar