Yamaha

Hadapi Covid-19, Pemprov Jabar Anggarkan Rp26 Miliar untuk Nakes

  Rabu, 01 Juli 2020   Nur Khansa Ranawati
ilustrasi -- Tenaga kesehatan melakukan rapid test kepada pedagang dan pengurus di Pasar Leuwipanjang, Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Kamis (11/6/2020). (Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp26 miliar untuk insentif para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas menghadapi Covid-19 di Jabar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk dua keperluan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jabar Daud Achmad dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Sate Bandung, Selasa (30/6/2020). Ia mengatakan, selain bagi nakes, insentif tersebut juga akan diberikan sebagai santunan bagi nakes yang telah meninggal dunia.

"Angkanya Rp26 miliar. Sebanyak Rp23 miliar untuk insentif, sementara Rp3 miliar untuk santunan kematian bagi nakes yang meninggal dunia," ungkapnya.

Nantinya, besaran insentif yang akan diberikan jumlahnya bervariasi sesuai klasifikasi pekerjaan masing-masing nakes. Besaran santunan paling tinggi mencapai Rp600.000 per-hari. Meski demikian, hingga saat ini santunan tersebut belum dicairkan karena masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat.

Di samping itu, Daud mengatakan, hingga saat ini dana penanganan Covid-19 di Jabar telah terserap sebesar Rp1,423 Triliun. Dana tersebut paling banyak diserap oleh penganggaran jaring pengaman sosial atau bansos bagi warga terdampak Covid-19.

"Dana hampir Rp1,5 T yang diserap, tepatnya Rp1,423 T. Angka ini paling banyak diserap oleh social safety net sebesar Rp1,158 T," ungkapnya.

Sementara pengadaan alat-alat kesehatan selama ini telah menggunakan anggaran mencapai Rp248 miliar. Pemprov Jabar total menganggarkan hingga Rp16,2 triliun sebagai dana penanganan Covid-19.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar