Yamaha

Pandemi Buat Akses Situs Porno Naik, Orangtua Diminta Waspadai Anak

  Senin, 06 Juli 2020   Republika.co.id
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Orangtua perlu waspada karena karantina yang dilakukan sejumlah negara di dunia dengan maksud memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ternyata membawa sisi negatif. Salah satunya adalah meningkatnya akses pornografi di berbagai tempat.

Demikian disampaikan oleh Azimah Subagijo, Ketua Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP) kepada sekitar 80 orangtua dan pelajar penerima bantuan sosial gelombang ke-3 dalam program MTP Peduli Pelajar, di Jakarta, 4-5 Juli 2020.  

Dikatakan Azimah, keberadaan banyak orang yang berdiam di rumah selama karantina dan sangat intensif menggunakan gadget baik untuk bekerja, sekolah, maupun mencari hiburan, ternyata berdampak kepada naiknya akses terhadap materi pornografi di beberapa tempat.

Kata dia, berdasarkan statistik sebuah situs porno terkenal di dunia, ternyata akses terhadap situs porno ini di beberapa negara naik bahkan ada yang hingga 57 persen.

Stastistik itu juga menunjukan bahwa akses pornografi di masa pandemi ini terutama naik drastis pada pukul 03.00 dan 07.00 pagi serta pukul 13.00 siang. Ditambah lagi adanya fenomena 15 juta pencarian pornografi yang mengandung kata kunci terkait corona dan Covid serta 1.000 video porno bertemakan corona virus saat ini telah ditonton lebih dari 1 juta orang.

Kondisi ini, kata Azimah, jika tidak diantisipasi tentu mengkhawatirkan. Mengingat, selama pandemi ini pelajar kerap menggunakan gadget dan akses internet untuk melakukan pembelajaran jarak jauh, termasuk tak jarang mendapat tugas dari sekolah terkait corona atau Covid-19.

"Tentunya kondisi ini rentan memicu mereka terpapar pornografi karena tidak sengaja” ujar Azimah dalam keterangannya yang disampaikan kepada Republika.co.id, Senin (6/7)

Sebagai langkah antisipasi, Azimah mendorong pendampingan dari orangtua dan juga komunikasi dengan guru penting untuk ditingkatkan guna mengantisipasi para pelajar dari terpapar materi pornografi terutama jika pembelajaran jarak jauh akan diperpanjang pelaksanaannya.

Selain itu, penyadaran tentang bahaya pornografi kepada masyarakat terutama pelajar tetap harus dilakukan secara masif agar dapat mencegah mereka terjerumus bahaya pornografi.

Untuk itulah, meski di masa pandemic covid seperti yang terjadi saat ini, Perhimpunan MTP tetap merasa perlu melakukan penyuluhan 'Bahaya Pornografi dan Penyuluhan Diet serta Detoks Gadget' kepada masyarakat melalui kegiatan MTP Peduli Pelajar.

Kegiatan ini tentunya dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak sosial, dan juga tidak dilakukan dalam waktu yang lama. Tujuannya, adalah agar masyarakat tetap dapat terus menyadari tentang bahaya pornografi dan kecanduan gadget.

Seperti kegiatan yang MTP lakukan pada 4 dan 5 Juli 2020. Kegiatan yang kali ini didukung oleh Majelis Telkomsel Takwa (MTT), Dompet Dhuafa, dan juga beberapa donatur perorangan ini mendapat sambutan dan apresiasi yang positif dari para orangtua dan pelajar. Neneng, salah satu orangtua menyatakan, rasa syukurnya telah memperoleh dukungan dari kegiatan MTP Peduli Pelajar kali ini.

“Alhamdulillah, saya merasa senang dan bahagia ada kegiatan MTP Peduli ini, karena selain berbagi kebahagian berupa paket bansos dan perlengkapan sekolah untuk kami yang membutuhkan, juga kami diajak untuk menolak pornografi yang sampai saat ini sangat memprihatinkan,” ujar Neneng yang putranya saat ini duduk di bangku kelas 9 SMPN 41 Jakarta.

Begitu juga dengan Alya Syahrani, pelajar yang baru saja naik ke kelas XI SMAN 28 Jakarta ini menyatakan sangat berterimakasih dan merasa terbantu dengan kegiatan MTP kali ini. “Saya merasa kegiatan MTP Peduli Pelajar ini sangat bermanfaat, sehingga saya berharap kegiatan ini dapat terus diadakan,” ujar Alya.

Program MTP Peduli Pelajar pada bulan Juli ini sudah memasuki gelombang ke-3, dan berhasil memberi penyuluhan dan dukungan kepada orangtua dari 20 siswa SD Jatipadang 01 Pagi, 20 orangtua dan pelajar dari SMPN 41 Jakarta, dan 20 orangtua dan pelajar dari SMAN 28 Jakarta. Setelah sebelumnya yaitu pada bulan Mei dan Juni, MTP juga telah memberikan paket bantuan sosial berupa sembako dan buku “Diet & Detoks Gadget” dan “Don’t Do Sexting” kepada para pelajar ini dan beberapa keluarga di sekitar sekretariatan MTP.

Atas apresisasi dan antusiasme para penerima program MTP Peduli Pelajar ini, maka rencananya program ini akan dilanjutkan oleh MTP hingga bulan Agustus 2020. Untuk itu, MTP masih memberi kesempatan kepada masyarakat baik perorangan maupun lembaga yang ingin ikut berkontribusi mendukung kegiatan ini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar