Yamaha

Integrasikan Sektor Wisata, Pengusaha Pariwisata Gelar Simulasi Cirebon City Tour

  Senin, 13 Juli 2020   Erika Lia
Berlatar Gedung Balai Kota Cirebon sebagai bangunan cagar budaya, Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati memotong pita tanda dimulainya Simulasi Cirebon City Tour Adaptasi Kebiasaan Baru.

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Sektor pariwisata di Wilayah Cirebon diagendakan saling terintegrasi. Sebuah simulasi bertajuk Cirebon City Tour Adaptasi Kebiasaan Baru digelar, Senin (13/7/2020).

Setelah selama sekitar 4 bulan para pelaku usaha pariwisata di Wilayah Cirebon mengalami zero income, penerapan fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) memberi harapan kebangkitan.

Mempromosikan kesiapan pariwisata di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, para pelaku usaha pariwisata yang tergabung dalam Persatuan Pelaku Pariwisata Cirebon (P3C) mengadakan simulasi ke sejumlah destinasi wisata.

Sebanyak 50 orang yang menjadi peserta menjajal 10 destinasi wisata dengan mengendarai 2 bus pariwisata. Ke-10 destinasi itu Balai Kota Cirebon sekaligus sebagai lokasi pembukaan kegiatan, Hotel Grage Cirebon, Nasi Jamblang Ibu Nur, Toko Oleh-oleh Daud Sukalila, Keraton Kasepuhan, Empal Gentong H. Apud, Istana Kerang Multidimensi, Mantera Rattan Tegalwangi, BT Batik Trusmi, dan Goa Sunyaragi.

Dalam perjalanan itu, tak hanya destinasi wisata, pada salah satu bus pariwisata yang digunakan, pun telah didesain sesuai protokol pencegahan Covid-19. Terdapat jarak cukup signifikan antara satu penumpang dengan penumpang lain.

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati yang membuka simulasi sebelum perjalanan dilakukan mengungkapkan, pariwisata di Wilayah Cirebon yang meliputi 5 daerah masing-masing Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, akan diintegrasikan.

"Integrasi wisata ini akan kami diskusikan dengan kepala daerah lain yang di Wilayah Cirebon," ungkapnya.

Setiap kepala daerah akan dapat mengusulkan destinasi wisata unggulan yang selanjutkan dijadikan paket wisata. Dengan begitu, pelancong dapat menikmati seluruh destinasi wisata di 5 daerah tersebut.

Pengintergrasian semacam itu dinilai penting sebagai upaya peningkatan sektor pariwisata di Wilayah Cirebon. Pada gilirannya, peningkatan sektor pariwisata diyakini dapat pula menaikkan sektor ekonomi masyarakat di 5 daerah ini.

Menurutnya, rencana pengintegrasian wisata di Wilayah Cirebon sudah diagendakan sejak sebelum Covid-19 mewabah. Rencana itu sempat mandeg dan kembali diagendakan di masa AKB sekarang.

Eti pun meminta para pelaku usaha pariwisata di Wilayah Cirebon mengemas agenda wisata yang terintegrasi. 

"Jadi nanti paket wisatanya tidak hanya per daerah, tapi semua destinasi wisata di Wilayah Cirebon dikunjungi pelancong, mulai dari wisata budaya sampai wisata kuliner," tuturnya.

Simulasi yang digelar hari ini sendiri merupakan contoh kesiapan pariwisata Cirebon di tengah pandemi yang belum berakhir.

"Meski masih pandemi, kalau sektor usaha tak dijalankan, ekonomi masyarakat nanti akan terus turun," tandasnya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Suherman menyebut, pengintegrasian wisata dimaksudkan untuk meningkatkan masa tinggal (length of stay) pelancong di Cirebon.

Pasca beroperasinya Jalan Tol Trans Jawa, masa tinggal pelancong di Cirebon menurun. Kemudahan dan kecepatan akses perjalanan yang memanfaatkan tol, di sisi lain telah merendahkan masa tinggal pelancong.

"Lembaga pariwisata dituntut untuk meningkatkan length of stay pelancong, dari sekedar 1-2 jam jadi 1-2 hari untuk keliling Wilayah Cirebon," paparnya.

Selain mempromosikan kesiapan sektor pariwisata di tengah pandemi, simulasi kali ini pun untuk membangkitkan industri pariwisata di Cirebon.

"Sekaligus menyosialisasikan standar protokol kesehatan pada destinasi wisata," ujarnya.(erika lia)


 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar