Yamaha

Bangga, Bukit Mercury Sayangkaak Masuk Nominasi API

  Rabu, 15 Juli 2020   Erika Lia
Salah satu spot ikonik di Bukit Mercury Sayangkaak berupa area duduk berkesan melayang di udara. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Bukit Mercury Sayangkaak di Blok Cibuluh, Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, menjadi salah satu nominator dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. Objek wisata ini termasuk 1 dari 10 nominator lain dalam kategori Destinasi Baru Terpopuler.

Bersamanya terdapat 9 destinasi lain se-Indonesia, masing-masing Arut Riverside di Kabupaten Kotawaringin Barat, Desa Pule di Kabupaten Madiun, Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Kabupaten Bangka, Pantai Batu Kawah di Kabupaten Natuna, Pantai Glagah Wangi Istambul di Kabupaten Demak, Pasir Timbul Bone Labunta di Kabupaten Buton Tengah, PLBN Skouw di Kota Jayapura, Pulau Semau di Kabupaten Kupang, dan Welora di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Sekretaris Mitra Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) Bukit Mercury Sayangkaak, Sutisna mengaku, keterpilihan destinasi wisata yang berlokasi tak jauh dari terasering Lembah Panyaweuyan ini membanggakan pihaknya.

"Mengejutkan sekaligus bangga ketika diberitahu masuk nominasi Destinasi Baru dalam API 2020," ujarnya kepada Ayocirebon.com, Rabu (15/7/2020).

Menurutnya, Bukit Mercury Sayangkaak merupakan destinasi wisata luar biasa. Terletak di area Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), daya pikatnya didukung pula kecantikan terasering yang ada di sekitarnya.

Sejak puluhan tahun, warga sekitar mengandalkan cocok tanam sebagai mata pencarian utama. Daun bawang, kok, bawang merah, hingga kacang-kacangan ditanam di sana, dengan metode terasering.

Aktivitas itu pada gilirannya telah menciptakan pesona alam yang belakangan, di era media sosial seperti sekarang, telah mempopulerkannya hingga ke luar Majalengka.

Kalangan urban terutama menjadikan Bukit Mercury Sayangkaak di atas ketinggian 1.600 MDPL ini sebagai lokasi 'pelarian' di akhir pekan. Tiket masuk sampai kini dikenai Rp15.000/orang.

Saat ini, Bukit Mercury Sayangkaak yang kerap dijadikan area kemping, dilengkapi pula spot-spot buatan yang mendukungnya sebagai objek wisata, semisal area tempat duduk (sitting area) di ketinggian yang memungkinkan pengunjung menikmati alam sekitar, pondok dari jerami, ayunan, maupun spot foto lain.

"Sebelum jadi tempat wisata seperti sekarang, bukit ini dulu sering jadi tempat kemping. Sampai kini masih banyak juga orang yang kemping, tapi karena ada Covid-19 aktivitas kemping belum dibolehkan sementara waktu," terangnya.

Sutisna menerangkan, Bukit Mercury Sayang Kaak berada di zona pemanfaatan di lahan TNGC dengan pengelolaan oleh masyarakat setempat. Selain sebagai tempat wisata, Bukit Mercury Sayang Kaak pula lokasi konservasi maupun edukasi.

Bukit ini pertama kali ditata sebagai objek wisata pada sekitar Februari 2017. Nama Bukit Mercury Sayangkaak merupakan perpaduan nama kekinian dengan nama yang dikenal masyarakat sekitar.

"Masyarakat sini mengenal area ini dengan nama Sayangkaak artinya burung gagak. Konon, dulu di sini banyak sarang burung gagak," paparnya.

Sekalipun belakangan burung gagak dimaksud tak banyak ditemui, nama itu sudah terlanjur melekat. Maka, guna menambah nuansa kekinian, bukit itu pun ditambahi nama Bukit Mercury sebab terdengar indah.

Sutisna berharap, Bukit Mercury Sayangkaak kelak akan terpilih sebagai pemenang API kategori Destinasi Wisata Baru Terpopuler. Untuk ini, pihaknya membutuhkan dukungan semua warga Kabupaten Majalengka khususnya maupun warga Indonesia.

"Kami harap bukit ini terpilih sebagai pemenang API," cetusnya.

Disarikan dari laman resmi API https://anugerahpesonaindonesia.com, API merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan sebagai upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia.

API juga bertujuan mendorong peran serta berbagai pihak, yakni masyarakat, pihak industri/swasta, maupun pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, dalam pengembangan ekonomi secara langsung dan masif di tiap daerah.

Pada penyelenggaraannya, API diawali dengan mengundang para pejalan serta para wisatawan, baik domestik dan mancanegara, maupun masyarakat luas di Indonesia untuk memilih destinasi atau objek wisata yang disukai atau populer menurut pandangan mereka.

Pemilihan dilakukan dengan cara memberikan suara untuk tujuan atau objek wisata yang dipilih melalui berbagai saluran media Vote API (SMS, Aplikasi Android, YouTube) berdasarkan kategori pariwisata dan nominasi yang telah diperoleh dalam pemasangan proses pemilihan dan penjurian oleh pemilihan seleksi.

Periode voting sendiri akan berlaku mulai 1 Agustus hingga 31 Desember 2020


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar