Yamaha

Pelaku Kurban Tidak Merata, Pendapatan Masyarakat Indonesia Senjang

  Kamis, 16 Juli 2020   Khoirur Rozi
ilustrasi hewan kurban. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Penelitian yang dilakukan Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menemukan bahwa sebaran pekurban di Indonesia tidak merata. Hal ini mencerminkan kesenjangan pendapatan antar wilayah di Indonesia.

Peneliti IDEAS, Askar Muhammad mengatakan, kesenjangan pendapatan terjadi antara daerah perkotaan Jawa dengan wilayah lainnya. Potensi kurban terbesar datang dari wilayah aglomerasi utama Jawa yang mayoritas kelas menengah muslim dengan daya beli tinggi.

“Dari sekitar 5,6 juta keluarga muslim kelas menengah-atas Indonesia, 71% di antaranya berada di Jawa. Dan dari sekitar 4,0 juta keluarga muslim sejahtera di Jawa ini, 2,0 juta di antaranya berada di Jabodetabek dan 1,0 juta lainnya tersebar di Bandung Raya, Surabaya Raya, Yogyakarta Raya, Semarang Raya dan Malang Raya,” jelasnya.

Kemudian dia memproyeksikan pasar hewan kurban terbesar adalah Jabodetabek. Secara lebih rinci, permintaan 184 ribu sapi dan 673 ribu kambing-domba, berturut-turut setara dengan 41% dan 36% permintaan sapi dan kambing-domba kurban nasional.

Keseluruhan wilayah aglomerasi utama Jawa diproyeksikan membutuhkan 273 ribu sapi dan 995 ribu kambing-domba, atau setara dengan 60% dan 53% permintaan sapi dan kambing-domba kurban nasional.

“Arus perdagangan utama hewan kurban ini kami proyeksi terjadi, terutama dari sentra sapi potong di Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, serta dari sentra kambing-domba di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah, menuju pasar utama kurban nasional yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Malang dan Semarang,” imbuhnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar