Yamaha

Penertiban Bangunan di Jalan Ampera, Petugas PT KAI Daop 3 Cirebon dan Warga Bersitegang

  Rabu, 29 Juli 2020   Erika Lia
Warga bersitegang dengan petugas PT KAI Daop 3 Cirebon saat penertiban bangunan di Jalan Ampera, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

KESAMBI, AYOCIREBON.COM -- Penertiban 2 bangunan di Jalan Ampera, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, oleh PT KAI Daop 3 Cirebon menguarkan penolakan warga, Rabu (29/7/2020).

Aksi penolakan dilakukan sejumlah warga dengan mencegat kedatangan petugas PT KAI bersama polisi khusus kereta api (polsuska). Kedatangan petugas sendiri untuk mengosongkan bangunan yang diklaim sebagai aset PT KAI dan telah dimanfaatkan untuk usaha.

Situasi di lokasi dijaga pula petugas gabungan Polres Cirebon Kota dan Kodim 0614/Kota Cirebon. Dalam pencegatan itu, sempat terjadi aksi saling dorong antara warga dan petugas PT KAI yang bermaksud mengeksekusi pengosongan aset.

Namun, keributan lebih besar berhasil digagalkan petugas TNI-Polri. Pemilik usaha pada bangunan yang hendak dikosongkan pun berdialog dengan petugas PT KAI.

Dialog berlangsung selama sekitar 2 jam. Seusainya, PT KAI menyegel ke-2 bangunan tersebut.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif meyakinkan, penertiban dilakukan untuk mengamankan aset negara.

"Penertiban ini agar aset tersebut tak disalahgunakan oknum-oknum tak bertanggungjawab," jelasnya.

Langkah itu sebagaimana Surat Edaran Menteri BUMN RI Nomor SE-09/MBU/2009 perihal Penertiban Aset Tanah dan Bangunan, serta surat dari KPK RI Nomor R.4002/10-12/09/2014 tentang Tindak Lanjut Penertiban Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan PT KAI.

Karenanya, aksi penolakan warga disesalkan pihaknya. Selaku pemilik aset, PT KAI memiliki kewajaran untuk bertindak menjaga dan mengamankannya demi mencegah kerugian negara.

Ke-2 aset bangunan yang ditertibkan sendiri berada di Jalan Ampera, masing-masing berupa rumah dinas bernomor 31A dan 33A. Perubahan aset dari rumah dinas menjadi tempat usaha pun diketahui tanpa kontrak penyewaan dengan PT KAI Daop 3 Cirebon.

"Pemilik usaha sudah tidak membayar sewa sejak 2013 sehingga kami tertibkan," terang Luqman.

Dia memastikan, sebelum penertiban upaya persuasif telah dilakukan. Bahkan, surat peringatan I hingga III sudah pula diberikan.

Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan, penghuni rumah tak mengindahkan peringatan pihaknya. Terpaksalah PT KAI pun menertibkannya.

Dia menambahkan, rumah perusahaan yang ditertibkan adalah aset-aset milik PT KAI (Persero) yang sah dan legal secara hukum berdasarkan atas hak berupa Sertifikat Hak Pakai Nomor 21 Tahun 1988.

Rumah nomor 31A sendiri diketahui memiliki luas bangunan 39 m2 dengan luas tanah 468 m2. Sementara, rumah nomor 33A memiliki luas bangunan 39 m2 dengan tuas tanah 684 m2.

"Usai penertiban, kami berencana memanfaatkan aset rumah-rumah perusahaan ini untuk disewakan kepada seluruh pihak yang berminat, melalui prosedur sewa menyewa yang sudah ditentukan," tegasnya.

Salah seorang perwakilan warga, Iswardi Cahyana mengklaim, PT KAI Daop 3 Cirebon tak berhak melakukan penertiban. Menurutnya, tanah tersebut milik Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Ini tanah keraton, kami diberi mandat menjaga dan mengelolanya," tuturnya.
 


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar