Yamaha

Presiden Minta Puskesmas dan Posyandu Tetap Optimal Melayani

  Rabu, 05 Agustus 2020   Republika.co.id
Presiden Jokowi. (Antara)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta puskesmas dan posyandu optimal dalam melayani warga, khususunya pelayanan ibu hamil dan balita. Meski pandemi masih melanda negeri, pelayanan itu harus tetap berjalan.

Menurutnya, ibu hamil dan balita harus tetap mendapat layanan dan makanan tambahan untuk memaksimalkan tumbuh kembang sang anak. Apalagi, prevalensi stunting yang dialami anak-anak Indonesia masih bertengger di angka 27,6% di tahun 2019.

"Layanan ini seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan juga pemberian suplemen vitamin A bagi ibu menyusui dan makanan pendamping ASI," ujar presiden dalam sambutan rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Jokowi juga menekankan bahwa layanan melalui puskesmas menjadi kendaraan promosi dan sosialisasi bagi ibu-ibu hamil untuk meningkatkan pemahaman mengenai stunting. Stunting memang menjadi salah satu PR yang masih harus ditangani oleh Kementerian Kesehatan. Jokowi memasang target, angka prevalensi stunting di Indonesia bisa dikerek turun

"Saya juga minta ini melibatkan PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat RT RW dan relawan dan kita harapkan ini menjadi gerakan bersama masyarakat," jelas Jokowi.

Prevalensi stunting oleh anak-anak Indonesia sebenarnya menunjukkan penurunan. Pada 2013 lalu, angkanya mencapai 37%. Namun presiden melihat capaian pada 2019 lalu dengan angka prevalensi 27,6% belum cukup. Perlu pemenuhan gizi yang mencukupi untuk anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

"Jadi kita sambungkan dengan program perlindungan sosial kita, terutama PKH (program keluarga harapan), kemudian pembagian BPNT (bantuan pangan nontunai), dan pembangunan infrastruktur dasar yang menjangkau keluarga tidak mampu," ujar Jokowi.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar