Yamaha

Tes Swab di Cirebon Dinilai Belum Optimal, Masyarakat Takut Jadi Kendala

  Rabu, 05 Agustus 2020   Erika Lia
Tes swab bagi warga Kabupaten Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Tes swab Covid-19 di Cirebon dinilai perlu peningkatan. Sayangnya, ketakutan terhadap tes swab justru melingkupi publik.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, di Cirebon masih ditemukan--menggunakan istilah lama--orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) yang belum tersentuh tes swab. Dia mengingatkan, setiap 1 kasus harus minimal 20 kontak erat yang menjalani tes swab.

"Setiap 1 kasus harus minimal 20 kontak erat (yang dites swab) dan rasio itu belum tercapai. Cirebon harus meningkatkan tes swabnya," katanya setelah menghadiri rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon di Hotel Prima, Kota Cirebon, Rabu (5/8/2020).

Secara keseluruhan, gubernur meminta kepala daerah di Cirebon untuk melaksanakan tes swab bagi minimal 1% dari jumlah penduduk.

Baik wali kota Cirebon dan bupati Cirebon dimintanya mengejar target tersebut. Selama ini, rerata hanya 2-3 kontak erat dari setiap kasus yang mengikuti uji swab.

"Kelemahan kita, hasil penelusuran kontak erat dengan pasien Covid-19 baru 2-3 orang," ujarnya.

Guna mencegah perluasan paparan virus, dia memandang perlu aksi agresif pada pelaksanaan tes swab. Pihaknya sendiri akan menerjunkan tim khusus, semacam kopassus pada TNI, untuk melacak minimal 20 orang yang pernah berkontak erat dengan kasus Covid-19.

Kepala daerah se-Jabar dimintanya tak terkejut bila mendapati kedatangan tim dari Jabar. Selain itu, Pemprov Jabar juga menargetkan 50 orang di Jabar untuk mengikuti tes swab.

"Pemprov Jabar akan menggandeng perusahaan swasta yang memiliki laboratorium untuk menjadi mitra pengetesan," tuturnya.

Dari sebanyak 500.000 warga Jabar yang menjadi target tes swab, sekitar 160.000 orang di antaranya telah melalui tes dengan PCR tersebut.

Tes swab diberlakukan bagi mereka yang paling rentan terpapar Covid-19, mulai dari ODP, PDP, hingga kontak erat pasien Covid-19.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni mengklaim, tes swab terhadap kontak-kontak erat pasien positif di Kabupaten Cirebon sudah melampaui angka minimal 20 orang.

"Kita lebih dari itu (angka minimal), contohnya untuk pasien nomor 10 yang jadi kasus pertama itu ada 50 orang hasil pelacakannya," ungkapnya ditemui pada kesempatan yang sama.

Meski begitu, dia tak menampik masih terdapat kendala yang dihadapi selama tes swab dilakukan. Tak sedikit masyarakat yang malah ketakutan untuk mengikutinya.

Menghadapi ini, pihaknya bekerjasama dengan aparat berwenang dari unsur TNI, Polri, maupun pemerintah desa setempat.

"Kendalanya kadang masyarakat takut untuk tes swab, jadi kita harus kerjasama dengan babinsa, bhabinkamtibmas, dan orang desa setempat," terangnya.

Dia memastikan, peralatan untuk tes swab bagi minimal 1% penduduk Kabupaten Cirebon atau sekitar 22.000 jiwa sudah dianggarkan. Bahkan, BNPB telah memberikan 5.000 reagen (reaktan/pereaksi kimia) dalam tes PCR Covid-19 kepada Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon.

Selain itu, bupati juga sudah mengajukan tambahan reagen hingga APD tambahan untuk menutupi kekurangan kepada Pemprov Jabar. Hanya, pihaknya belum dapat memastikan berapa banyak kekurangan yang akan dipenuhi pemprov.

Untuk tes swab bagi 22.000 jiwa penduduk Kabupaten Cirebon sendiri, pihaknya telah mengalokasikan sekitar Rp20 miliar. Hingga kini, tes swab massal diyakinkannya masih terus digelar.

Dia optimistis akhir tahun ini tes swab di Kabupaten Cirebon mencapai target. Saat ini, tes swab sudah dilaksanakan terhadap lebih dari 7.000 jiwa.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar