Yamaha

Antisipasi Perubahan Iklim, Rekayasa Komoditas Tanam Bisa Diadaptasi Petani

  Rabu, 05 Agustus 2020   Vedyana Ardyansyah
ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau petani agar bisa melakukan rekayasa komoditas untuk mensiasati perubahan iklim yang terjadi.

Untuk rekayasa komoditas sendiri tentu harus menyesuaikan jenis bibit komoditas, pola, dan waktu tanamnya dengan kondisi cuaca serta iklim.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, jika rekayasa komoditas dilakukan untuk mengantisipasi puso atau gagal panen yang berakibat pada kerugian ekonomi petani.

“Petani perlu jeli dalam memperhatikan cuaca dan musim. Pilih tanaman yang cocok dengan musim tersebut. Jangan paksakan tanam padi yang membutuhkan banyak air pada saat musim kemarau,” ujarnya dalam keterangannya, kemarin.

Memahami cuaca dan iklim, lanjutnya, penting diketahui agar penyuluh pertanian bisa memilih waktu tanam yang tepat, jenis dan pola tanaman yang seperti apa, agar produksi panennya lebih tahan dan lebih tangguh terhadap fenomena cuaca dan iklim yang akhir-akhir ini semakin tidak terduga.

"Prediksi dan prakiraan cuaca serta peringatan dini cuaca ekstrem dapat diterima secara real time melalui Aplikasi Mobile Phone "Info BMKG" yang dapat diinstal dari Play Store atau Apple Store. Para petani dan penyuluh pertanian dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk mengantisipasi dan meminimalkan kerugian akibat salah tanam," katanya.

Dwikorita berharap petani dan penyuluh pertanian dapat memaksimalkan teknologi digital dalam mengantisipasi perubahan iklim terhadap kelangsungan pertanian.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar