Yamaha

BLT Pekerja Swasta, 3,5 Juta Rekening Sudah Terdata

  Rabu, 12 Agustus 2020   Aini Tartinia
Aktivitas warga di tengah Pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Kelancaran program bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu selama empat bulan untuk pekerja swasta akan sangat bergantung kepada data yang akan diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, 3,5 juta dari target 15 juta pekerja telah mengumpulkan data rekening untuk program subsidi gaji bagi mereka dengan penghasilan di bawah Rp5 juta.

"Per hari ini sudah ada 3,5 juta pekerja kita yang sudah menyerahkan nomor rekeningnya. Mudah-mudahan kalau nomor rekening segera terdata dengan baik, Agustus ini kita sudah bisa mulai," kata Ida, Selasa (11/08/2020).

Menjadi peserta di BPJAMSOSTEK paling lambat 30 Juni 2020 sendiri merupakan salah satu syarat agar pekerja mendapatkan bantuan total Rp2,4 juta itu.

Menaker Ida menegaskan, semakin cepat data tersampaikan untuk penyaluran subsidi gaji Rp600 ribu selama empat bulan, maka akan semakin cepat pula perputaran ekonomi terjadi.

Pemerintah menargetkan akan memberikan subsidi kepada 15.7 juta orang pekerja, dari yang semula hanya 13.8 juta orang berdasarkan data BPJAMSOSTEK. Anggaran untuk subsidi juga naik menjadi Rp37,7 triliun dari semula Rp33,1 triliun.

"Yang paling dibutuhkan sekarang adalah pendataan nomor rekening, karena (subsidi) langsung kepada penerima jadi tidak melalui siapa-siapa, tidak melalui perusahaan. Itu yang sedang dikerjakan teman-teman BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan terkait dengan kebijakan BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan itu yakni:

Pertama, pastikan diri kalian tercatat sebagai peserta di BPJAMSOSTEK dengan mengecek ke bagian SDM di perusahaan.Tentu dengan ketentuan iuran per bulannya Rp150 ribu. Kalau di atas itu, kalian tidak berhak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan.

Kalau memang tidak ingat secara pasti, cek juga berapa upah yang kalian terima per bulan. Kalau di atas Rp5 juta per bulan, kalian juga tidak berhak mendapatkan BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan dari pemerintah tersebut. Ayojakarta belum mendapatkan informasi pasti tentang ukuran apa yang dipakai sebagai patokan; apakah gaji pokok per bulan atau take home pay yang diterima pekerja selama sebulan.

Kedua, kalian harus memiliki rekening pribadi di bank yang masih aktif. Pasalnya, BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan itu, pencairannya dengan cara langsung dikirim ke rekening penerima.

Ketiga, setelah itu BPJS Ketenagakerjaan akan mengumpulkan nomor rekening peserta yang memenuhi kriteria penerima BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan melalui kantor cabang di seluruh Indonesia.

Keempat. data calon penerima BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan yang sudah divalidasi di BP Jamsostek akan dikirimkan ke  pemerintah.

Kelima, pemerintah akan memvalidasi ulang data calon penerima BLT untuk pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan yang dikirimkan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Keenam, setelah semua oke, tinggal tunggu proses pencairan BLT pekerja formal dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama empat bulan itu. Caranya, ya cek rekening pribadi kalian. Oh ya, pencairan dilakukan dalam dua termin. Masing-masing pencairan BLT untuk dua bulan. Menurut rencana, pengucuran dilakukan mulai September.

Sebelumnya, Menteri Erick Thohir sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dalam rilis yang diperoleh Ayojakarta dari Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengungkapkan kebijakan program BLT dalam proses finalisasi.

“Program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan di September 2020 ini,” ungkap Erick Thohir dalam keterangan tersebut.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar