Yamaha

Kota Tua di Kota Cirebon Layak Dikembangkan

  Jumat, 21 Agustus 2020   Erika Lia
Kawasan Kota Tua Cirebon. (pesona.travel)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Kota Cirebon membutuhkan sentra budaya, salah satunya melalui pengembangan kota-kota tua.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana memandang, dengan usianya yang mencapai lebih dari 6,5 abad, Cirebon telah melalui perjalanan panjang yang fluktuatif. Bahkan, saat ini, Cirebon telah menjadi salah satu pusat dagang di wilayah regional.

"Ini jadi potensi untuk meningkatkan potensi budaya dan pariwisata, misalnya wisata religi," katanya kepada Ayocirebon.com seusai menghadiri sidang paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Ke-651 Cirebon.

Menurutnya, Cirebon memiliki kekuatan sebagai daerah yang dapat membangun suasana nostalgia. Sejauh perjalanannya, Cirebon telah melalui proses-proses akulturasi dan menjadikan dirinya sebagai melting pot.

Hanya, imbuhnya, di antara semua potensi yang ada tersebut, masih terasa beberapa di antaranya yang tercerai berai. Secara konsep dan ruang, sejatinya hal-hal yang terpisah tersebut dapat disatukan menjadi sebuah pesona.

"Kota tua misalnya, bisa dikembangkan jadi kota tua perkembangan Islam, kota tua perkembangan pelabuhan, kota tua perkembangan perdagangan, misalnya," paparnya menyontohkan.

Untuk ini, menurutnya, Pemda dapat mengajak seluruh elemen masyarakat, seperti komunitas-komunitas hingga media massa guna mengangkat potensinya. Pihaknya optimistis sentra budaya semacam ini dapat dilakukan hingga mewujudkan Cirebon sebagai kota budaya yang lebih unggul.

Pemprov Jabar sendiri diyakinkannya selalu mendorong pengembangan potensi daerah, salah satunya Cirebon, mulai dari perencanaan, program, hingga pendanaan.

"Kami dorong pengembangan potensi di wilayah-wilayah pengembangan dengan harapan pemerataan sehingga tercapai kesejahteraan bersama," tuturnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar