Yamaha

Limbah B3 Melimpah saat Pandemi, Bisa Jadi Peluang Bisnis

  Selasa, 01 September 2020   Khoirur Rozi
ilustrasi limbah medis. (ist)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis di masa pandemi Covid-19 naik signifikan. Hal ini membuat pengelolaan limbah dapat menjadi peluang bisnis baru bagi para pengusaha.

Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)  Bidang 4 Perhubungan dan BUMN BPP, Roy Wangintan mengatakan, selain menjadi bisnis baru pengelolaan limbah B3 juga turut membantu pemerintah.

"Ada potensi dan peluang bisnis di limbah B3. Selain bisnis, kita juga membantu pemerintah mengelola limbah tersebut. Di situ kita bisa berkontribusi secara nyata," kata Roy dalam dialog yang disiarkan melalui akun YouTube BNPB, Selasa (1/9/2020).

Menurut Roy, adanya peluang bisnis B3 lantaran volume harian limbah yang melebihi kapasitas pengelolaan. Dalam sehari, limbah medis itu bisa mencapai 294,66 ton, sedangkan kapasitas pengelolaan yang ada saat ini hanya 224,23 ton.

"Kenapa ini menjadi peluang, timbunan limbah B3 yang muncul di Indonesia itu ternyata melebihi kapasitas kemampuan pengolah limbah B3 itu sendiri. Nah di situ ada peluang besar bagi pengusaha," ujarnya.

Di samping itu, lanjutnya, di masa pandemi Covid-19 limbah medis tak hanya berasal dari rumah sakit. Menurutnya, limbah medis yang masuk golongan B3 juga datang dari rumah tangga.

"Dulu awal-awal pandemi limbah B3 muncul dari rumah sakit, sekarang limbah itu muncul dari rumah tangga juga," katanya.

Selain itu, jumlah perusahaan yang mengelola limbah B3 di Indonesia saat ini terbilang belum banyak. Bahkan menurut Roy sebaran perusahaan tidak merata di setiap wilayah.

"Sebaran perusahaan pengolah limbah b3 di Indonesia masih sangat sedikit. Saat ini hanya ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Timur," jelasnya.

Ada sejumlah potensi bidang usaha terkait limbah B3 ini di antaranya pengangkutan limbah medis, pengolahan limbah, jasa penyedia alat pemusnah limbah Covid-19,dan  jasa pelatihan penanganan limbah. Kemudian, ada juga jasa pengelolaan dan pemantauan lingkungan, daur ulang limbah, pengusaha IC (informasi teknologi), jasa konstruksi fasilitas pengolahan limbah, dan jasa laboratorium.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar