Yamaha

Dies Natalis Unpad ke-63, Quraish Shihab Ungkap Cara Bersyukur

  Kamis, 10 September 2020   Nur Khansa Ranawati
Muhammad Quraish Shihab. (Youtube/Najwa Shihab)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Universitas Padjajaran menghelat agenda "Unpad Bersyukur" dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Unpad ke-63, Kamis (10/9/2020). Dalam acara yang diselenggarakan secara daring tersebut, Unpad mengundang cendekiawan muslim Prof. Dr. KH. Muhammad Quraish Shihab untuk menyampaikan pandangan keislamannya terkait konsep bersyukur.

Ia mengatakan, dalam bahasa Arab, kata syukur memiliki makna yang bermacam-macam, salah satunya adalah "menampakkan". Hal tersebut bukan berarti menonjolkan hal yang dimiliki dengan tendensi riya, namun menampakkan karunia Allah Swt sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh makhluk lain.

Dalam konteks perguruan tinggi, ia mengatakan, hal ini dapat berarti menggali rahasia-rahasia alam menggunakan akal dan pikiran sehingga dapat ditampakkan kepada masyarakat luas. Lahir menjadi ilmu yang bermanfaat.

"Nampakanlah ilmu, lakukanlah penelitian untuk melahirkan ilmu. Gali rahasia-rahasia yang terpendam di bawah tanah, nampakkan ke depan untuk jadi manfaat bagi manusia. Itu merupakan bentuk syukur," ungkapnya.

Ia menyebutkan, untuk dapat bersyukur sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Allah Swt, seseorang setidaknya harus melangkah melalui tiga unsur. Yakni rasa, ucapan, dan perbuatan.

Rasa muncul ketika seseorang mendapat nikmat dari Allah, yang membuatnya memiliki sesuatu yang berharga. Rasa tersebut kemudian harus disusul oleh ucapan rasa syukur seperti "Alhamdulillah".

"Kemudian yang ketiga adalah perbuatan. Anda harus mewujudkan rasa terimakasih itu ke dalam bentuk konkret di alam nyata. Tindakan tersebut adalah dengan melakukan kegiatan sesuai dengan tujuan anugerah itu diberikan," ungkapnya.

Sehingga, ia mengatakan, seseorang harus terlebih dahulu mengetahui tujuan dari munculnya suatu anugerah atau tujuan dari penciptaan sesuatu untuk dapat bersyukur. Dalam konteks perguruan tinggi, seseorang harus memahami tujuan utama diciptakannya perguruan tinggi untuk dapat melangkah dalam koridornya.

Ia menyebut beberapa tujuan utama perguruan tinggi adalah sebagai wadah berkembangnya potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang berilmu, bertakwa pada Tuhan, berakhlak mulia, kreatif, kompeten, dan berdaya untuk kepentingan bangsa.

"Kalau tidak mengerti apa tujuannya, rasa syukur saja tidak akan cukup. Tidak cukup hanya berbangga dengan Padjajaran. Anda harus melangkah lebih jauh mewujudkan hal tersebut," ungkapnya.

Selain itu, ia mengatakan, warga kampus juga harus dapat menggali dan menyeimbangkan potensi diri seperti pendengaran, penglihatan, dan hati untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Seseorang harus dapat menyeimbangkan hati dan nalarnya untuk melahirkan ilmu yang bermanfaat.

"Gunakan itu semua untuk pengembangan ilmu. Gunakan pendengaran, penglihatan dan potensi nalar untuk meraih ilmu dan kesadaran," ungkapnya. "Gabungkanlah akal dan hati. Jadikanlah ilmu berdasarkan akal dan hati bagai tongkat yang membimbing kita menuju kebahagiaan dunia akhirat."

Sementara itu, Koordinator Unpad Bersyukur sekaligus Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad Mumuh Muhsin Zakaria mengatakan bahwa gelaran Unpad bersyukur bukan semata-mata merupakan tradisi rutin yang diselenggarakan jelang Dies Natalis. Acara ini adalah momentum civitas akademik untuk merefleksikan diri agar dapat maju ke arah yang lebih baik.

"Ini bukan semata-mata tradisi, tetapi kebutuhan. Semoga hal ini jadi ikhtiar batiniah untuk mengundang pertolongan Allah dalam menghadapi segala urusan dan tantangan di masa yang akan datang," ungkapnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar